Mengapa Donat Punya Lubang di Tengahnya?

    Dhaifurrakhman Abas - 20 Juni 2019 17:48 WIB
    Mengapa Donat Punya Lubang di Tengahnya?
    Donat merupakan makanan manis berbentuk bundar yang seringkali dihidangkan sebagai sajian penutup--Pexels
    Berbeda dengan kue lainnya, donat memiliki ciri khas tersendiri. Donat memiliki lubang di bagian tengahnya. Ada berbagai versi kenapa donat memiliki lubang di bagian tengah. Salah satunya menyebutkan bahwa donat ditemukan pelaut Amerika Kapten Hanson Gregory.


    Jakarta: Siapa yang tak kenal donat? Donat merupakan makanan manis berbentuk bundar yang seringkali dihidangkan sebagai sajian penutup.

    Di berbagai negara, donat umumnya terbuat dari adonan yang digoreng. Teksturnya pun beragam. Namun makanan ini lebih popular disajikan dalam bentuk cincin dengan lubang di tengah. Meskipun ada juga tekstur donat yang tidak memiliki lubang di tengahnya.

    Meski sangat popular, namun siapa orang yang menemukan donat masih menjadi perdebatan. Beberapa percaya, donat pertama kali ditemukan oleh para pemukim Belanda yang hijrah ke New York.

    Hal ini pula terangkum dalam buku A History of New York yang ditulis Washington Irving. Dalam buku itu disebutkan bahwa donat sudah ada pada awal hingga akhir masa Dinasti Belanda.

    Namun sebagian lagi beranggapan bahwa donat ditemukan pelaut Amerika, Kapten Hanson Gregory. Saat itu di kalangan pelaut, donat hanya dikenal sebagai kue goreng tanpa lubang di tengah.

    Kapten Hanson Gregory yang merupakan seorang pelaut di Amerika juga kerap memakan kue goreng ini. Namun ketika menggoreng donat, dia mulai merasa heran. Soalnya ketika digoreng, adonan donat hanya mentah di bagian pusatnya saja. Lantas Kapten Gregory pun dapat ide. Dia memutuskan untuk mengambil adonan dari tengah agar seluruh bagian donat matang merata.
    Mengapa Donat Punya Lubang di Tengahnya?
    Donat merupakan makanan manis berbentuk bundar yang seringkali dihidangkan sebagai sajian penutup--Pexels

    Lambat laun, makanan ini menjadi kian popular hingga penjuru dunia dengan beragam bentuk.  Berbagai jenis topping juga digunakan menabur tekstur donat. Mulai dari cokelat butir atau meses, gula, atau maple glazing. Sementara adonan donat biasanya terdiri dari air, telur, susu, gula, dan minyak.

    Donat makin digemari di bergaia belahan dunia karena bisa dikonsumsi kapan saja. Anda bisa mengonsumsinya untuk menu sarapan, camilan setelah makan siang, atau hidangan penutup makan malam. Sebab donat dianggap memenuhi syarat sebagai kudapan penutup yang juga cukup mengenyangkan. Meskipun dalam sejarahnya, donat seringkali dipasangkan dengan waktu minum kopi sebelum memulai hari.

    Meski nikmat, ada baiknya Anda tidak mengonsumsi donat setiap hari. Soalnya donat memiliki 480 kalori. Jumlah kalori dan lemak juiga bisa semakin tinggi sesuai dengan isi maupun toping yang ditambahkan di dalamnya. Lantas, jika terlalu banyak mengonsumsi donat, Anda rentan terserang obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id