comscore

Setelah COP26, Aksi Nyata Transisi Energi Ditunggu

Antara - 30 November 2021 17:18 WIB
Setelah COP26, Aksi Nyata Transisi Energi Ditunggu
Salah satu transisi energi hijau. Foto : AFP.
Jakarta: Masyarakat menunggu pemerintah mewujudkan aksi nyata dalam penanganan perubahan iklim. Ini adalah janji Presiden Joko Widodo saat menghadiri KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (COP26). 

Salah satu yang cukup mendesak adalah transisi energi. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyatakan apa yang pemimpin dunia, termasuk Indonesia, sampaikan dalam COP26 sifatnya masih komitmen. Menurut dia, komitmen tidak akan menurunkan emisi gas rumah kaca.
"Yang menurunkan emisi gas rumah kaca itu aksi. Jadi, setelah COP26 ini kita ingin melihat bagaimana aksi itu dilaksanakan,” kata Fabby, Selasa, 30 November 2021. 

Salah satu pekerjaan rumah Indonesia yang mendesak adalah transisi dari energi kotor ke energi hijau. Saat ini, batu bara masih merupakan sumber utama energi listrik. Indonesia telah memiliki rencana lanjutan untuk penutupan awal beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).

"Transisi (energi) ini bukan hanya tentang Indonesia, tetapi masyarakat internasional turut mengamati sehingga kita perlu menunjukkan kemajuan kita untuk menjaga akuntabilitas kita. Kemudian, untuk menarik lebih banyak bantuan internasional," kata Fabby.

Fabby menyebut tiga hal utama yang bisa pemerintah Indonesia lakukan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, yaitu mempensiunkan dini pembangkit batu bara, meningkatkan proyek-proyek energi terbarukan, dan membantu PLN dalam hal lelang dan pengadaan energi terbarukan.

Baca: Sri Mulyani Siapkan Skema Transisi Energi yang Ramah Lingkungan

Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Tiza Mafira, mengatakan pemerintah harus konsisten menggiring ekonomi agar meninggalkan batu bara dan berinvestasi di energi baru terbarukan (EBT). Dia mendesak pemerintah menghilangkan segala bentuk tax insentif dan subsidi untuk batu bara. 

"Bahkan dimahalkan dengan menetapkan batasan emisi dan tarif pajak yang ambisius," kata Tiza.

Halaman Selanjutnya
Menurut dia, saat ini semakin…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id