Menteri LHK: Pengembangan Food Estate Tak Abaikan Aspek Lingkungan

    Media Indonesia.com - 24 September 2020 09:40 WIB
    Menteri LHK: Pengembangan <i>Food Estate</i> Tak Abaikan Aspek Lingkungan
    Menteri LHK Siti Nurbaya (kiri). Foto: Kementerian LHK
    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Menteri Siti Nurbaya menekankan pengembangan food estate atau lumbung pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara (Sumut), tak akan mengabaikan aspek lingkungan. Pengembangan lumbung pangan ini dipastikan akan menggunakan pola agroforestri.

    "Pendekatannya betul-betul harus dalam satu sistem. Pasalnya, Bapak Presiden menekankan pengembangan lumbung pangan ini harus mengikuti prinsip memberikan ruang untuk redistribusi lahan sambil menguatkan kesediaan pangan," kata Siti dalam  Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020.. 

    Pengembangan lumbung pangan di Sumut bukan untuk satu jenis tanaman pangan, tetapi juga untuk jenis-jenis tanaman pangan di dataran tinggi. Menurutnya, daerah-daerah pada lokasi tersebut memungkinkan untuk menjadikannya sebagai lumbung pangan.

    Baca: Jokowi Prioritaskan Pembangunan Food Estate di Sumut dan Kalteng

    Rencana membuat lumbung pangan di Humbang Hasundutan diawali dengan usulan bupati. Bupati mengusulkan membangun lumbung pangan di atas lahan 30 ribu Hektare (Ha) lahan. Usulan itu lantas ditelaah Gubernur Sumut dan Kementerian LHK (KLHK. Dari usulan tersebut, KLHK menekankan agar pembangunan lumbung pangan tetap memperhatikan kelestarian hutan lindung dan daerah penampungan air atau catchment di area Danau Toba.

    Agenda food estate Sumut ini, tambah Siti, tidak hanya mencakup Kabupaten Humbang Hasundutan, tetapi juga Kabupaten lain seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak Bharat. Total lahan untuk food estate sebesar 61 ribu hektare.

    "Ini agenda yang berpihak pada rakyat, selain untuk ketahanan pangan sebagaimana arahan Bapak Presiden," katanya.

    Memperhatikan lansekapnya, Siti menjelaskan bahwa pengembangan food estate menjadi lebih ideal dalam kesatuan kawasan dengan beberapa kabupaten tersebut. Maka dari itu, lebih tepat juga disebut dengan lumbung pangan Sumatera Utara.

    Presiden Joko Widodo menugaskan tiga menteri secara khusus untuk membangun kawasan food estate. Ketiga menteri tersebut, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
     
    Erick mengatakan ketahanan pangan bagian dari kedaulatan negara. Proyek food estate penting seiring terjadinya berbagai ketidakpastian global imbas pandemi covid-19.
     
    "Kami optimistis dengan sinergi yang melibatkan seluruh instansi untuk membangun food estate akan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan ketahanan pangan," ujar Erick, Senin, 29 Juni 2020.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id