Mengurangi Pasokan Premium agar Masyarakat Beralih ke BBM Ron Tinggi

    Ade Hapsari Lestarini - 11 November 2020 20:39 WIB
    Mengurangi Pasokan Premium agar Masyarakat Beralih ke BBM Ron Tinggi
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Pengamat energi Feby Tumiwa meminta pemerintah bisa mengurangi pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, agar masyarakat bisa beralih ke BBM dengan ron tinggi.

    Dirinya pun meminta kuota premium dibatasi dan pemerintah harus menyediakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah.

    "Misalnya, ron 92 seharga ron 88 atau ron 90. Agar kebijakan BBM lebih optimal, pemerintah bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkan, misalnya standar Euro IV. Demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif," kata dia, di Jakarta, Rabu, 11 November 2020.

    Salah satu upaya terkait dengan penggunaan ron di atas 91, pemerintah harus menyediakan bahan bakar dengan harga yang terjangkau.

    "Konsumen reaktif terhadap harga. Kalau harga premium dibuat mahal, konsumen akan pindah ke BBM lain yang lebih bersih tapi harganya lebih murah. Kita tahu di premium, kualitas bahan kurang bagus, jadinya kendaraan kerap mondar mandir ke bengkel," jelas dia.

    Senada, pengamat otomotif Anton Fiat mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM dengan ron tinggi seperti pertamax. Pasalnya, BBM ron rendah seperti premium akan merusak lingkungan, menambah polusi, juga buruk bagi mesin kendaraan.

    Bila kendaraan beralih ke BBM jenis oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang. Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna.

    "Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan BBM dengan ron 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat," ujar Anton.

    Menurut Anton, menggunakan BBM ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. "Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka tidak menimbulkan bekas seperti kerak," kata dia.

    Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

    "BBM gasoline dengan ron tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga," ungkapnya.

    Dirinya pun setuju masyarakat terus diedukasi didorong menggunakan BBM dengan kualitas tinggi, asalkan harga sesuai dengan kantong. Jika perlu diberikan diskon. "Setuju, tapi harus dipikirkan mengenai harganya, kalau memang harus menggunakan BBM dengan kualitas bagus, kita bicara harga," ujar dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id