Ratusan Ribu Ton Sampah Plastik Miliki Potensi Ekonomi Rp10 Triliun

    Suci Sedya Utami - 03 April 2021 19:48 WIB
    Ratusan Ribu Ton Sampah Plastik Miliki Potensi Ekonomi Rp10 Triliun
    Cacahan botol plastik ini akan diolah menjadi biji plastik yang siap didaur ulang menjadi berbagai barang untuk diekspor - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong sektor industri manufaktur untuk melakukan transformasi ke arah pembangunan berkelanjutan. Salah satunya melalui konsep daur ulang dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai energi alternatif.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bisnis daur ulang telah lama dikenal di Indonesia. Bahkan berbagai macam sektor industri daur ulang seperti plastik, pelumas, kertas, tekstil, dan logam, berkontribusi dalam upaya menciptakan proses circular economy serta turut membantu mengurangi sampah.

    “Sebanyak 913 ribu ton sampah plastik diolah setiap tahunnya menjadi berbagai produk bernilai tambah dengan potensi ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun dan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik yang mencapai USD141,9 juta,” kata Agus dalam acara Grand Seminar Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC), Sabtu, 3 April 2021.






    Agus menyebutkan populasi industri daur ulang plastik di Indonesia mencapai 600 industri besar dan 700 industri kecil. Nilai investasinya mencapai Rp7,15 triliun dan kemampuan produksi sebesar 2,3 juta ton per tahun.


    Sementara itu, pada sektor pengolahan pelumas bekas, saat ini terdapat kapasitas terpasang sebesar 175 ribu metrik ton (MT) yang mampu memproses kembali menjadi produk pelumas untuk memenuhi sekitar 15 persen dari kebutuhan pelumas dalam negeri sebesar 1,15 juta MT per tahun.

    “Oleh karenanya, Kemenperin terus mendorong implementasi sirkular ekonomi melalui penerapan Pedoman tata cara produksi PET daur ulang untuk kemasan pangan,” ujar Agus.

    Selain itu, Kemenperin juga melakukan inisiatif untuk menerapkan regulasi tingkat komponen daur ulang pada barang jadi plastik agar dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah serta insentif pengurangan PPn bagi industri daur ulang plastik.

    “Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya konsep ekonomi sirkular pada produk plastik serta diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah yang dihadapi saat ini,” tutur dia.

    Politisi Golkar ini pun meminta para pelaku industri di Tanah Air agar dapat terus berinovasi, cepat beradaptasi, kreatif dan mampu mengelaborasi konsep ekonomi sirkular dan teknologi digital terutama dalam menghadapi era industri 4.0 saat ini.

    “Pembangunan industri merupakan salah satu pilar pembangunan perekonomian nasional yang diarahkan dengan menerapkan prinsip-prinsip yang berkelanjutan serta didasarkan pada aspek pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup,” pungkas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id