Lahan Bekas Tambang Kuningan Disulap Jadi Kawasan Wisata Terintegrasi

    Media Indonesia.com - 27 September 2020 05:53 WIB
    Lahan Bekas Tambang Kuningan Disulap Jadi Kawasan Wisata Terintegrasi
    Rombongan KLHK berkunjung ke Taman Cisantana, Kuningan, Jawa Barat. Foto: KLHK
    Kuningan: Lahan bekas tambang galian C di Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, disulap menjadi kawasan wisata terintegrasi. Kawasan yang diberi nama Taman Cisantana itu menjadi kawasan wisata alam sekaligus lokasi konservasi lingkungan.

    "Kunci sukses pemulihan lingkungan adalah, selain kawasan terpulihkan, juga adanya peralihan mata pencaharian yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, MR Karliansyah, Sabtu, 26 September 2020.

    Saat ini, di kawasan Taman Cisantana, warga setempat juga telah berhasil mengelola ternak sapi yang dapat menghasilkan 50 ribu susu per hari. Susu tersebut dijual ke produsen dan sebagian diolah menjadi yoghurt oleh industri kecil yang dikelola masyarakat.

    Deretan toko cendera mata atau souvenir juga berdiri menjual produk asli masyarakat lokal. Terdapat pula embung, camping ground, dan green house yang saat ini sedang melakukan penyemaian bibit tanaman kopi.

    KLHK berencana melengkapi kawasan ini dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) biodigester. IPAL Biodigester merupakan teknologi pengolahan air limbah dengan sistem anaerobik sehingga menghasilkan gas methan (CH4) dan pupuk cair.

    "IPAL ini diharapkan dapat mengelola kotoran ternak menjadi gas untuk rumah tangga dan unit pengelola pupuk kotoran ternak. Serta dapat menjadi sarana utama pengolahan air limbah yang dibuang ke badan air agar dapat memenuhi baku mutu," kata Karliansyah saat berkunjung sekaligus meninjau Taman Cisantana.

    Menurutnya, keberhasilan pengembangan Taman Cisantana tak lepas dari kerja sama sejumlah pihak, yakni KLHK, Pemerintah Kabupaten Kuningan, pemerintah desa, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Baca: Rehabilitasi Lingkungan Jadi Agenda Prioritas Nasional

    Dalam kunjungan itu, KLHK juga melepaskan bibit ikan nila sebanyak 5.000 ekor di embung desa. Dilakukan juga penanaman pohon produktif seperti nangka dan alpukat, serta pelepasan burung.

    Bupati Kuningan Acep Purnama berharap kawasan yang dulunya terbengkalai ini semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar. "Kami mengharapkan kawasan Tacis, Taman Cisantana, ini menjadi kawasan wisata alam yang terintegrasi dan bermanfaat bagi masyarakat serta perlindungan lingkungan," kata dia.

    Rombongan KLHK yang berkunjung ke Taman Cisantana terdiri atas Karliansyah, Sekretaris Direktorat Jenderal/Plt Direktur Pemulihan Lahan Akses Terbuka Sigit Reliantoro, beserta Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id