Menperin Siapkan Regulasi Dukung Industri Daur Ulang Plastik

    Husen Miftahudin - 05 April 2021 20:20 WIB
    Menperin Siapkan Regulasi Dukung Industri Daur Ulang Plastik
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung para pelaku industri mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dengan mengolah kembali kemasan plastik minuman menjadi pelet plastik yang aman dipakai.

    Karena itu, pemerintah menyiapkan regulasi baik dalam rangka pemberian insentif dan disinsentif, termasuk pengawasan dan pengendalian regulasi yang ditetapkan serta penyediaan sarana prasarana pengumpulan sampah plastik.






    "Industri daur ulang plastik nasional memiliki peranan yang penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan meningkatkan daya saing industri plastik hilir dalam negeri, di samping pelestarian lingkungan," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Senin, 5 April 2021.

    Menurut Agus, plastik masih menjadi pilihan utama bahan baku kemasan bagi industri makanan dan minuman karena memiliki keunggulan dari sisi higienitas, sifatnya yang mudah dibentuk, masa yang ringan, mampu menjaga kualitas produk, serta aman dalam proses transportasi.

    Hal tersebut didukung oleh data konsumsi plastik dunia yang menyebutkan sebesar 39 persen penggunaannya untuk kemasan pangan. Walaupun demikian, Indonesia masih berada di peringkat terbawah penggunaan plastik dunia, jauh di bawah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

    Saat ini kebutuhan bahan baku plastik nasional mencapai 7,2 juta ton per tahun. Sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plastic lokal disuplai oleh industri petrokimia dalam negeri. Sedangkan kebutuhan bahan baku industri daur ulang plastik nasional sekitar 2 juta ton dengan pasokan dalam negeri sekitar 913 ribu ton, dan sisanya merupakan pasokan impor.

    "Industri daur ulang plastik dapat menghasilkan  berbagai produk bernilai tambah dengan potensi ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun dan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik yang mencapai USD141,9 juta," ungkap dia.

    Agus menyampaikan, produsen bahan kemasan plastik harus melakukan Research and Development (R&D) untuk menghasilkan bahan kemasan plastik yang ramah lingkungan dengan komitmen time frame yang jelas.

    Selanjutnya, industri makanan minuman sebagai pengguna kemasan plastik juga harus menggunakan kemasan plastik secara efisien dan  melakukan upaya-upaya untuk mengelola sampah plastik menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomi.

    "Perusahaan juga didorong untuk membantu pemerintah dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan kemasan plastik," tutur Agus.

    Selain itu, lanjut dia, pemerintah menyadari harus menyediakan sarana prasarana dengan membangun unit-unit pengolahan sampah plastik skala IKM yang bekerja sama dengan pelaku usaha dengan memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR), serta melibatkan masyarakat sehingga konsep circular economy dapat berjalan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id