comscore

Cegah Sampah Plastik dengan Ekonomi Sirkular

Rosa Anggreati - 25 Februari 2022 09:00 WIB
Cegah Sampah Plastik dengan Ekonomi Sirkular
Selain menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, sampah plastik bisa dicegah dengan model ekonomi sirkular (Foto:Dok)
Jakarta: Masalah sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Sampah plastik menempati urutan kedua penyumbang sampah terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), komposisi sampah di Indonesia terdiri atas sampah sisa makanan (39,3 persen), plastik (17 persen), kayu dan ranting (14 persen).
"Isu sampah plastik menjadi pekerjaan rumah besar untuk kita. Bagaimana kita mau mengurangi plastik, sedangkan kita ingin yang serba praktis. Makanan dan belanja online semuanya berbungkus plastik," ucap Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati pada webinar yang diselenggarakan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) bertajuk Mewujudkan Pertobatan Ekologis Melalui Gerakan Kolekte Sampah, beberapa waktu lalu.

Berbagai cara telah ditempuh pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, di antaranya dengan menerapkan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong belanja plastik dan sedotan plastik.

Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai diterapkan di DKI Jakarta dan Bali, serta 71 kabupaten/kota lainnya. Masyarakat dilarang menggunakan tas belanja sekali pakai.

Selain menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, sampah plastik bisa dicegah dengan model ekonomi sirkular.

Melalui ekonomi sirkular, sampah plastik didaur ulang dan memiliki nilai sosial ekonomi bagi masyarakat. Beberapa jenis plastik memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah plastik jenis PET (polyethylene terephthalate) yang memiliki demand tinggi di industri daur ulang. 

PET adalah jenis plastik yang banyak digunakan sebagai bahan baku produk plastik, seperti kemasan botol dan galon air minum karena sifatnya yang unggul, di antaranya berwarna jernih, ringan, mudah dibentuk, tidak mudah pecah.
 
Kemasan plastik yang berbasis PET juga lebih higienis dan aman digunakan, serta mudah didaur ulang, dan bernilai ekonomis relatif tinggi.
 
Pendekatan ekonomi sirkular dinilai sebagai kerja sama saling menguntungkan karena sampah plastik mendatangkan nilai ekonomi baru, sekaligus mengurangi timbunan sampah yang akhirnya berdampak positif terhadap lingkungan. 

Ekonomi sirkular telah dijalankan oleh Le Minerale bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale. Gerakan ini merupakan komitmen multi-stakeholder dalam pengelolaan sampah plastik polyethylene terephthalate (PET).
 
Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale yang diluncurkan pada Februari 2021 ini, menargetkan peningkatan collection rate & recyling rate plastik sebesar 20 persen.
 
Upaya yang dilakukan Le Minerale tersebut sejalan dengan tekad pemerintah mewujudkan Indonesia bersih sampah pada 2025 dengan pengurangan 30 persen dan penanganan 70 persen pengurangan sampah.
 
Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja mengatakan Le Minerale mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional dan ikut mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama mengelola sampah.
 
"Melalui program Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale, kami berjuang untuk meningkatkan collection rate dan recycling rate tumbuh di atas 20 persen. Le Minerale akan terus mengedukasi konsumen untuk dapat memilah sampah, mengenalkan konsep ekonomi sirkular dan juga bermitra dengan siapapun yang mau bersama-sama mengelola sampah," kata Ronald.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id