comscore

Strategi Jababeka Dukung Pembangunan Berkelanjutan terhadap Lingkungan

Eko Nordiansyah - 01 Juli 2022 20:40 WIB
Strategi Jababeka Dukung Pembangunan Berkelanjutan terhadap Lingkungan
Kawasan Industri Jababeka. Foto: dok Kawasan Industri Jababeka.
Jakarta: PT Jababeka Tbk menyiapkan berbagai strategi untuk pembangunan berkelanjutan dan terciptanya Jababeka Green Industrial Estate. Langkah penyelamatan lingkungan terhadap keberlanjutan daerah sungai ini sebagai upaya revitalisasi dan mitigasi erosi, longsor serta banjir di dalam Kawasan Industri Jababeka.

Managing Director Jababeka Infrastruktur Agung Wicaksono mengatakan, kerja sama antara pengelola kawasan, tenant, masyarakat, pemerintah akan semakin memudahkan dalam menjaga dan merawat ekosistem lingkungan di Kawasan Industri Jababeka, khususnya dari ancaman erosi, banjir maupun longsor.
"Menjadi kawasan industri yang ramah lingkungan dan bebas dari limbah-limbah yang merusak lingkungan, serta bebas dari ancaman bencana alam (erosi, banjir maupun longsor) merupakan tujuan kami," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Juli 2022.

Salah satu upaya yang dilakukan Jababeka adalah menggelar program kolaborasi pelestarian lingkungan, Jababeka Ecoweek 2022, dengan menanam bibit tanaman vetiver di bantaran sungai Cilemahabang dan Cipegadungan-Cikarang. Penanaman bibit tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanaman vetiver Jababeka sepanjang 5 kilometer (km).

Dalam kegiatan yang bertema 'Green Industry in Action' ini, Jababeka Ecoweek 2022 masih memanfaatkan tanaman vetiver dalam upaya pelestarian lingkungan seperti pada tahun lalu. Hal itu karena tanaman vetiver efektif dalam mengontrol erosi serta sedimentasi tanah, juga memberi manfaat baik terhadap tanah di sekitar lokasi.
 
Baca juga: Kawasan Industri Jababeka akan Terapkan Transformasi Digital Terintegrasi

"Akar vetiver ditahun pertama bisa mencapai empat meter apabila ditanam dalam kondisi rapat maka dapat memperbaiki struktur tanah dan menyaring sendimen di sungai. Tanaman vetiver dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah sebagai langkah upaya mitigasi bencana," ungkapnya.

Dalam pilot project perdana penanaman 10 ribu bibit tanaman vetiver di pinggiran Kali Ulu pada 2021 lalu relatif berhasil. Dengan tinggi tanaman vetiver sudah mencapai dua meter, maka panjang akarnya juga telah mencapai sekitar dua meter sehingga membuat proses erosi dan sedimentasi bakal minim terjadi.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, serta delapan kontributor yang merupakan tenant Kawasan Industri Jababeka, yaitu Kao, Mane, BNI, Nippon Steel, Hanes, Hitachi Astemo, Komatsu dan Dexa.

Agung menyampaikan, apresiasi kepada semua pihak dan stakeholder atas dukungan Jababeka Ecoweek 2022, terutama tenant-tenant Kawasan Industri Jababeka. Menurutnya, Kawasan Industri Jababeka merupakan rumah bersama, sehingga perlu dijaga dan dirawat bersama-sama agar semua pihak.

"Dengan penanaman tanaman vetiver sepanjang 5 km pada Jababeka Ecoweek 2022 kali ini, artinya kita sudah beberapa langkah menuju terciptanya Green Industrial Estate. Karena salah satu visi Jababeka adalah kami ingin Kawasan Industri Jababeka menjadi pioneer dalam green industrial estate," pungkas dia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id