SDG Academy Indonesia Dorong Peningkatan Kapasitas SDG

    Ade Hapsari Lestarini - 09 Oktober 2019 13:27 WIB
    SDG Academy Indonesia Dorong Peningkatan Kapasitas SDG
    Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto. FOTO; dok Tanoto Foundation.
    Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tanoto Foundation, dan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) telah meluncurkan Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia.

    Peluncuran ini dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto, dan Resident Representative UNDP Indonesia Christophe Bahuet, di SDGs Annual Summit 2019 yang diselenggarakan di Hotel Fairmont Jakarta.

    SDG Academy Indonesia bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan, kemampuan manajemen dan pembuatan kebijakan, serta pemahaman mengenai isu-isu SDG bagi para peserta sehingga mampu untuk memberikan solusi inovatif. Bagi peserta institusi, SDG Academy Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam mengembangkan atau memengaruhi kebijakan terkait SDG serta dapat mengimplementasikan program SDG. Selain itu, institusi juga dapat meningkatkan dan memperluas kolaborasi antar organisasi dan lembaga mengenai isu-isu SDG.

    "Pemerintah Indonesia sangat serius dalam mewujudkan dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah melalui Bappenas bersama dengan organisasi kemasyarakatan dan sektor swasta menginisiasi SDG Academy Indonesia, yang merupakan sebuah program pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan baik di pemerintah maupun non-pemerintah di seluruh Indonesia dalam melokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs Academy ini akan berperan sebagai SDGs Knowledge Hub di Indonesia," ujar Bambang Brodjonegoro, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Anderson Tanoto menambahkan sesuai dengan prinsip inklusivitas dan "no one left behind" dari SDG bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab semua, Tanoto Foundation berperan sebagai katalis kemitraan, baik dengan pemerintah, swasta, maupun mitra pembangunan lainnya untuk berkolaborasi mencapai tujuan-tujuan dalam SDG.

    "Diluncurkannya SDG Academy Indonesia merupakan inisiatif pertama kali di Indonesia ini merupakan wujud komitmen Tanoto Foundation dalam mengimplementasikan SDG  yang ambisius, transformatif, dan universal dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan untuk semua," jelas Anderson.

    Menurut dia, Indonesia hanya punya waktu 11 tahun tersisa untuk mencapai SDG. Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan partisipasi dari pelaku pembangunan pemerintah dan non-pemerintah. Namun, akses ke pengetahuan bagi semua pelaku pembangunan untuk melokalkan SDGs kerap menjadi tantangan di negara kepulauan yang besar dan luas seperti Indonesia.

    "Akademi SDG memberikan plaform pembelajaran dan kurikulum yang  inovatif.  Ini adalah respons kami untuk memenuhi tantangan untuk mempercepat kemajuan menuju SDG," ujar Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet.

    Sejak 2016, Tanoto Foundation bekerja sama dengen pemerintah dan UNDP dalam lokalisasi SDG di Provinsi Riau. Melalui proyek ini, Riau menjadi provinsi pertama di Indonesia yang meluncurkan Rencana Aksi Daerah tentang SDG di Juni 2018. Tanoto Foundation juga menggandeng UNDP, Asian Agri, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam kemitraan multi-pihak untuk program Sustainable Palm Oil Initiative, yang mengantarkan Asosiasi Amanah menjadi kelompok petani swadaya pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

    SDG Academy Indonesia memberikan kesempatan belajar yang meliputi sesi tatap muka, dan diikuti dengan sesi pembelajaran online, dan melalui perangkat mobile. Program ini akan diisi oleh para ahli terkemuka Indonesia yang berpengalaman dalam isu-isu spesifik SDGs, serta masalah tata kelola dan kebijakan. Selain para ahli terkemuka Indonesia, SDG Academy Indonesia juga diperkuat para pembicara dari negara-negara lain yang akan membahas topik-topik sesuai keahlian mereka.

    Ada tiga program dalam SDG Academy Indonesia, yaitu SDGs Certification Program (lima bulan), Mobile Learning Program (setahun), dan Study Abroad Program (lima bulan). Program-program ini meliputi bidang tata kelola dan kebijakan, solusi inovatif, serta pemantauan dan pelaporan.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id