comscore

Apa Itu Folu Net Sink 2030? Ini Pengertian dan Manfaatnya bagi Indonesia dan Dunia

MetroTV - 12 Januari 2022 10:36 WIB
Apa Itu Folu Net Sink 2030? Ini Pengertian dan Manfaatnya bagi Indonesia dan Dunia
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Banyak yang belum tahu dan mengerti dengan istilah Forestry and Other Land Uses (Folu) Net Sink 2030. Secara harfiah, Folu Net Sink berarti dokumen penyerapan bersih karbon sektor hutan dan penggunaan lahan.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lakshmi Dhewanti, mengatakan Folu Net Sink ini akan membawa Indonesia menuju capaian komitmen kontribusi penurunan emisi yang ditetapkan secara nasional pada 2030.
Menurutnya, Folu Net Sink 2030 merupakan bagian strategi Indonesia untuk menjamin tercapainya tujuan Paris Agreement. Langkah yang dilakukan adalah menahan kenaikan laju suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius.

Folu Net Sink 2030 ini juga menjadi panduan Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim. Folu Net Sink 2030 ini juga merupakan bagian dari aspirasi Indonesia menuju Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) pada 2050.

Baca: Krisis Iklim Berpotensi Hantam Keras Pasar Minyak

Berikut sektor-sektor yang menjadi sasaran Folu Net Sink 2030:

1. Sektor energi

  • Penerapan efisiensi energi
  • Penggunaan energi baru terbarukan
  • Penerapan teknologi energi bersih

2. Sektor kehutanan

  • Penurunan deforestasi dan degradasi hutan
  • Pengelolaan hutan lestari
  • Peningkatan cadangan karbon
  • Peningkatan peranan konservasi
  • Pengelolaan lahan gambut

3. Sektor limbah

  • Pengolahan limbah padat kota melalui operasionalisasi TPA
  • Pengolahan limbah cair domestik
  • Pengolahan limbah padat industri
  • Pengolahan limbah cair industri

4. Sektor proses industri dan penggunaan produk (IPPU)

  • Pengurangan “clinker to cemen ratio” di industri semen
  • Peningkatan efisiensi industri amonia 
  • Penambahan aksi mitigasi lainnya

5. Sektor pertanian 

  • Penggunaan varietas rendah emisi di lahan sawah
  • Penerapan sistem pengairan sawah
  • Pemanfaatan limbah ternak untuk biogas
  • Perbaikan suplemen pakan ternak
Baca: Sri Mulyani Tantang Pertamina Bentuk Penandaan Adaptasi Perubahan Iklim

“Ini akan menjadi sektor penyeimbang terhadap tingkat emisi gas rumah kaca dari empat sektor lainnya,” ujar Lakshmi dalam tayangan program Selamat Pagi Indonesia, di Metro TV, Selasa, 11 Januari 2022.

Sektor ini nantinya akan berkontribusi sebanyak 17,2 persen dari 29 persen. Atau sebesar 497 juta ton CO2 dari total 894jt ton CO2. 

"Dari yang direncanakan ini akan diturunkan. Ini sangat signifikan apabila melihat dari persentase dan angka mutlak," kata dia. (Alifiah Nurul Rahmania)

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id