Keberhasilan di COP26 Glasgow Bisa Jadi Pijakan Indonesia Pimpin G20

    Antara - 21 Juli 2021 14:33 WIB
    Keberhasilan di COP26 Glasgow Bisa Jadi Pijakan Indonesia Pimpin G20
    Tangkapan layar pertemuan daring. Foto: KLHK



    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan keberhasilan perundingan dalam Conference of Parties ke-26 (COP26) PBB untuk perubahan iklim di Glasgow, Inggris, amat penting bagi Indonesia. Pasalnya, keberhasilan ini akan menopang kepemimpinan presidensi Indonesia di G20 pada 2022.

    "COP26 ini sebagai arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato dan Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo). Ini akan menopang kepemimpinan presidensi Indonesia di G20 pada 2022. Jadi, kita punya banyak misi di sini," kata Siti dalam Kick off Meeting Persiapan Delegasi Indonesia menuju Konferensi Perubahan Iklim Glasgow secara daring diikuti di Jakarta, seperti dilansir Antara, awal pekan ini.

     



    Ia juga mengatakan Delegasi Republik Indonesia (Delri) yang ikut dalam COP26 ini harus bisa berperan aktif dan mengambil manfaat sebesar-besarnya. Pertemuan akan berlangsung pada 31 Oktober sampai 12 November 2021.

    "Jaga selalu kepentingan, kedaulatan, dan posisi nasional. Ambil manfaat yang sebesar-besarnya serta gaungkan nama besar Indonesia pada COP26 nanti," katanya.

    Ia menegaskan agar Delri juga dapat membumikan dimensi-dimensi perubahan yang telah dicapai Indonesia pada tingkat tapak, serta ada makna dan artinya bagi rakyat.

    Target COP26

    Siti mengatakan Indonesia sudah memiliki poin-poin yang menjadi target nasional dalam pertemuan tingkat tinggi perubahan iklim PBB tersebut. Tetapi, secara agregat dan secara politik, apa yang telah Indonesia lakukan dalam pengendalian perubahan iklim tidak ketinggalan dan relatif baik. 

    Indonesia sudah memiliki dukungan dasar hukum yang sangat kuat mulai dari Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang, pada level operasional, sampai kepada instrumen yang disiapkan oleh National Focal Point (NFP).

    Itu artinya, kata Siti, seluruh kementerian telah bekerja sama membuat sistem registrasi nasional, peta jalan mitigasi, dan peta jalan adaptasi. Ia menegaskan semua hal tersebut bukan pekerjaan gampang.

    Baca: Komitmen-Komitmen G7 untuk Mengatasi Krisis Iklim

    "Coba saja deh, berapa negara yang sudah selesaikan begitu itu, saya rasa tidak banyak. Juga hasil kerja, menurut saya sudah cukup lama dan kita miliki kerja sama dalam REDD+, itu juga sangat menolong," katanya menjelaskan salah satu program Penurunan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD) yang sudah berjalan untuk penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia.
     

    Halaman Selanjutnya
    Misi lain dari Delri, yakni…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id