Pertamina Dorong Program Langit Biru di Tangsel

    Ade Hapsari Lestarini - 17 September 2020 14:37 WIB
    Pertamina Dorong Program Langit Biru di Tangsel
    BBM pertalite. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) mendukung penerapan udara lebih bersih di Tangerang Selatan (Tangsel) melalui program Langit Biru yang digelar hingga 12 November 2020. Pertamina pun mengajak warga Tangsel menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor (BBM) yang lebih berkualitas, seperti pertamax series dan dex series.

    Dengan penggunaan BBM lebih berkualitas, diharapkan emisi gas buang kendaraan lebih sedikit dan polusi udara dapat berkurang.

    Unit Manager Communication Relations dan CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

    "Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis, 17 September 2020.

    Data IQAir.com pada 13 September 2020 pukul 21.08 WIB mencatat indeks kualitas udara Tangerang Selatan mencapai 163 dalam kondisi tidak sehat dan tercatat sebagai udara terburuk kedua di Indonesia setelah Kota Bandung. Sehari sebelumnya, kondisi udara Tangerang Selatan tercatat sebagai udara paling buruk di Indonesia dengan indeks kualitas udara mencapai 182 (tidak sehat).

    Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Dede Ahdi menilai kondisi udara di Tangerang Selatan makin buruk. Dengan tingkat kualitas berbahaya, perlu segera melakukan perbaikan.

    "Tindakan yang bisa diambil mengimbau warga Tangsel untuk berhati-hati dalam beraktivitas yang menambah sumber polusi udara, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, hingga mengurangi sumber-sumber pencemaran di wilayah Tangerang Selatan," jelasnya.
     
     

    Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dalam penelitian soal polusi udara, telah mengambil sampel beberapa kota, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram, dan Denpasar.

    Dari belasan kota yang diteliti itu, Batan mencatat bahwa konsentrasi timbal Pb tertinggi ada di Surabaya, Tangerang, dan Jakarta. Kandungan timbal Pb dari polusi udara di ketiga daerah itu tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram, dan Denpasar.

    Padahal, berbagai riset lembaga internasional menunjukkan bahwa polutan timbal (Pb) bukan hanya berdampak buruk pada kesehatan manusia saja, tapi juga dapat mempengaruhi kecerdasan anak-anak.

    Peneliti Senior Batan Muhayatun Susanto mengatakan selama ini pemantauan kualitas udara biasanya dilakukan terhadap CO, SO2, Nox, O3 dan PM10 (partikulat yang berukuran kurang dari 10 mikrometer) sebagai dasar untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Padahal di udara juga terdapat partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, yang dikenal dengan PM-2,5.

    "Polutan partikulat PM-2,5 dinilai lebih berbahaya karena ukurannya yang kecil sehingga mampu menembus bagian terdalam dari paru-paru. Sebagai ilustrasi, ukuran PM-2,5 sebanding dengan sekitar 1/30 dari diameter rambut manusia yang pada umumnya berukuran 50-70 mikrometer. Sedangkan PM-10 sebanding dengan 1/7 dari diameter rambut," jelasnya.

    Dia mengatakan program bensin tanpa timbal berdampak signifikan terhadap menurunnya rerata konsentrasi logam timbal di Kota Bandung. Sayangnya, hasil ini tidak diikuti oleh kota lainnya di Indonesia karena kadar logam berat Pb pada PM-2,5 dan PM-10 di beberapa kota masih relatif tinggi. Konsentrasi Pb di lokasi sampling Tangerang, Jakarta dan Surabaya lebih tinggi ketimbang kota lainnya.

    (AHL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id