comscore

Mampukah Pertamina Jadi 'Bahan Bakar' Indonesia Menuju Produsen Biofuel Terbesar Dunia?

Surya Perkasa - 15 November 2021 22:36 WIB
Mampukah Pertamina Jadi Bahan Bakar Indonesia Menuju Produsen Biofuel Terbesar Dunia?
Ilustrasi biosolar 30 dan FAME. Dok: Pertamina
Jakarta: Perlahan tapi pasti, Indonesia terus bergerak menciptakan ekosistem bisnis dan industri hijau nan ramah lingkungan. Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia harus segera beralih ke energi tarbarukan.

Dalam peta jalan yang dibuat, Indonesia menargetkan bisa mencapai net zero emission pada 2060. Salah satu target pemerintah yang harus disokong semua elemen ialah pengurangan pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 81,4 juta ton pada 2060.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menyusun beragam kebijakan untuk memastikan hal tersebut terjadi. Misalnya, Program Mandatori B30 yang mewajibkan industri beralih menggunakan biodiesel.

Baca: Penerapan B30 Jaga Kestabilan Harga Sawit Petani

PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan pelat merah utama yang bertugas menjamin ketersediaan energi nasional tegas berkomitmen ambil andil mewujudkan target tersebut. Bahkan, Pertamina menyatakan bakal menciptakan keseimbangan bisnis dan lingkungan.

"Pertamina akan terus berusaha mengupayakan adanya keseimbangan antara agenda perubahan iklim dan ketahanan energi di Indonesia dan juga untuk keberlanjutan perusahaan," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Glasgow, Skotlandia, Rabu, 3 November 2021.
 

Pertamina dan realisasi target nasional

Pertamina mencatat realisasi penyerapan biofuel pada 2020 mencapai 89 persen atau 7,14 juta kiloliter (kl) dari alokasi 8,02 juta kl. Beragam capaian tersebut dianggap pemerintah masih bisa ditingkatkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyaluran biodiesel melalui program B30 pada 2021 sebesar 9,2 juta kl. Keputusan Menteri ESDM 252/2020 menitahkan Pertamina mendapatkan alokasi menyerap biodiesel sebesar 7,81 juta kl.

Baca: Semester I, Program B30 Hemat Anggaran Rp29,9 Triliun

Tak hanya sekadar memastikan Mandatori B30 terlaksana, Pertamina yang mengusung Program Environmental, Social & Governance (ESG) mengaku terus berinovasi untuk memastikan tujuan dekarbonisasi terlaksana. Pertamina tak puas dengan kontribusi penurunan emisi sebesar 27,08 persen pada 2020.

Beragam strategi dijalankan Pertamina dan anak perusahaannya. Terutama untuk menggenjot produksi biofuel seperti biodiesel.
 

Berbuah manis

Kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder energi Indonesia berbuah manis. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia berhasil menjadi produsen terbesar biodiesel di dunia.

Dalam kuartal pertama 2021 saja, Indonesia mencatatkan produksi biodiesel hingga 137 ribu barel minyak per hari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brasil, dan Jerman.

"Amerika Serikat dengan 112 ribu barel, Brasil 99 ribu barel, dan Jerman 62 ribu barel minyak per hari," kata Airlangga dalam sebuah diskusi pada Senin, 26 April 2021.

Mampukah Pertamina Jadi Bahan Bakar Indonesia Menuju Produsen Biofuel Terbesar Dunia?
Ilustrasi petani sawit. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana

Indonesia masuk daftar negara yang diperhitungkan dalam peta biofuel dunia. Bukan tanpa sebab, Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar minyak sawit dunia yang dapat menjadi bahan baku biodiesel.

Baca: Pertamina Salurkan B30 di 5.518 SPBU

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata serapan biodiesel setiap bulan sekitar 766 ribu kl. Sejak Januari hingga Juni 2021, capaian rata-rata pemenuhan purchase order bulanan mencapai 93,03 persen.

Beragam capaian tersebut menunjukkan besarnya pasar dan potensi biofuel Indonesia, bahkan dunia. Kini, tinggal bagaimana Pertamina mencari cara untuk terus meningkatkan produksi biofuel dan potensi bioenergi lain.

Demi menjadi 'bahan bakar' Indonesia menjadi produsen kelas kakap energi hijau dunia.

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id