Teknologi Maju Sokong Pengembangan PLTU Ramah Lingkungan

    Medcom - 08 Januari 2021 21:15 WIB
    Teknologi Maju Sokong Pengembangan PLTU Ramah Lingkungan
    Ilustrasi PLTU. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara masih mendominasi sumber pasokan listrik nasional. Tak hanya di Indonesia, penggunaan batu bara untuk PLTU juga masih dilakukan di berbagai negara.

    Seiring hal itu, berbagai inovasi teknologi pun telah diterapkan guna menekan tingkat pencemaran dari proses produksi. Anggapan yang menyebut bahwa PLTU sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar, dinilai banyak kalangan tidak lagi relevan.

    Selain menekan emisi, penerapan teknologi juga membuat penggunaan bahan bakar lebih efektif dan efisien. Semisal, teknologi Ultra Super Critical (USC), memampukan peningkatan efisiensi pembangkit listrik melalui proses pengaturan tekanan dan suhu uap yang masuk ke dalam turbin. Ketika tekanan dan suhu makin tinggi, maka tingkat efisiensi juga akan semakin tinggi. Hal itu akan membuat semakin rendah karbon.

    Dari segi ketersediaan, cadangan batu bara di Indonesia masih sangat besar, sekitar 37,6 miliar ton. Belum lagi sumber daya batu bara yang mencapai 149 miliar ton. Dengan mempertimbangkan besarnya sumber daya dan cadangan batu bara tersebut, Dewan Energi Nasional (DEN) melalui Rencana Umum Kebijakan Energi Nasional (KEN) lewat Perpres Nomor 22/2017, telah menetapkan bauran energi untuk batu bara sebesar 30 persen di 2025 dan 25 persen di 2050.

    "Bagi PLN saat ini, telah mempertegas bahwa batu bara dinilai sebagai bahan bakar energi bagi pembangkit yang sangat efisien," ujar Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo, Jumat, 8 Januari 2021.

    Apalagi di dalam pemanfaataan batu bara di dalam negeri, Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara untuk kelistrikan kebutuhan umum, bukan didasarkan atas indeks harga batu bara di pasar internasional.

    Di sisi lain, pemerintah telah meratifikasi Paris Agreement yang mewajibkan terjaganya iklim dengan usaha-usaha di bidang lingkungan. Menurut dia, bukan hal yang mudah mendapatkan pendanaan internasional bank dalam membangun PLTU batu bara, kecuali yang dibangun dengan teknologi super critical atau ultra super critical. Karenanya, Singgih meyakini teknologi PLTU kini jelas ramah lingkungan.

    "Dari kondisi saat ini (besarnya kebutuhan dan sistem kelistrikan yang ada), batu bara tentu tetap sebagai pilihan yang strategis," kata Singgih.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id