472 Perusahaan Masuk Nominasi Penerima Kandidat Hijau

    Media Indonesia.com - 24 September 2020 10:21 WIB
    472 Perusahaan Masuk Nominasi Penerima Kandidat Hijau
    Direktur Jenderal PPKL KLHK, Karliansyah, menjelaskan kriteria kandidat hijau dalam sosialisasi Proper, kemarin. Foto: KLHK
    Jakarta: Sebanyak 472 perusahaan yang tersebar dari 33 provinsi masuk nominasi penerima kandidat hijau. Kandidat hijau adalah sebutan untuk perusahaan yang operasionalnya tetap mengedepankan pelestarian lingkungan.

    Penyematan perusahaan berkandidat hijau diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lewat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Karliansyah, menjelaskan Proper adalah program pengawasan terhadap industri yang bertujuan mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup.

    "Aspek penilaiannya meliputi ketaatan akan izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan potensi kerusakan lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan)," kata dia, Kamis, 24 September 2020.

    Peringkat Proper dibagi menjadi lima kategori, yaitu emas, hijau, biru, merah, dan hitam. Peringkat tertinggi adalah emas dan peringkat terburuk adalah hitam. Tahun ini peserta Proper terdiri atas 2.038 perusahaan.

    "Penilaian Proper hijau dilakukan melalui proses evaluasi terhadap ketaatan peraturan pengelolaan lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3, serta pemberdayaan masyarakat," katanya saat memberikan sosialisasi kegiatan Proper melalui daring.

    Baca: Indonesia-Uni Eropa Perkuat Sepakat Kembangkan Ekonomi Hijau

    Di masa pandemi covid-19, kegiatan Proper akan memperhatikan protokol kesehatan. Seperti, sosialisasi, evaluasi, dan penilaian akna dilakukan secara daring.

    Karliansyah mengatakan pandemi jangan menjadi penghalang dalam kegiatan mengelola lingkungan. Justru, tambah dia, harus melahirkan inovasi dan kreativitas baru.

    "Kondisi pandemi covid-19 ini juga menginspirasi KLHK untuk memasukkan kriteria baru ke dalam Proper. Kami akan menilai respons perusahaan terhadap bencana. Aspek responsivitas perusahaan terhadap bencana masuk kriteria penilaian mulai 2020 ini," kata dia.

    Dalam memilih kandidat, KLHK memakai Sistem Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (Simpel). Sistem ini untuk memudahkan proses pengumpulan, analisis data, dan penyusunan hasil evaluasi peringkat perusahaan. Waktu pengumpulan dokumen dilakukan sampai 4 Oktober 2020 melalui tautan daring.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id