comscore

Chevron-Pertamina Berbisnis Rendah Karbon

Annisa ayu artanti - 12 Mei 2022 22:30 WIB
Chevron-Pertamina Berbisnis Rendah Karbon
Chevron-Pertamina berbisnis rendah karbon. Foto: dok Chevron.
Washington DC: PT Pertamina (Persero) dan anak usaha Chevron Corporation, yakni Chevron New Ventures Pte. Ltd bekerja sama menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Keduanya mempertimbangkan teknologi panas bumi baru, penyeimbangan karbon melalui solusi berbasis alam, dan penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon, serta pengembangan, produksi, penyimpanan, dan transportasi hidrogen dengan rendah karbon dalam bisnis tersebut.
Kerja sama antara Chevron dan Pertamina ini juga merupakan bagian dari upaya kedua perusahaan untuk mendukung target net zero emission Pemerintah Indonesia pada 2060.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, kerja sama ini sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya, sejalan dengan fokus pemerintah untuk menekan emisi karbon.

"Upaya untuk meningkatkan proyek energi rendah karbon tidak bisa dilakukan sendiri. Kami harap perusahaan minyak dan gas kelas dunia, seperti Pertamina dan Chevron, dapat bermitra untuk memangkas emisi karbon dan mendorong transisi energi sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia," kata Luhut di Washington, DC, Kamis, 12 Mei 2022.

Presiden Chevron New Energies Jeff Gustavson mengatakan, pihaknya sangat antusias dengan kerja sama ini. Terlebih, Chevron memiliki sejarah di Indonesia.

"MoU ini menunjukkan komitmen Chevron dan Pertamina untuk terus mengidentifikasi peluang rendah karbon melalui kolaborasi dan kemitraan antara Chevron, perusahaan energi nasional, dan pemerintah, yang masing-masing memiliki kepentingan bersama dalam mendorong transisi energi nasional," kata Jeff.

Melalui kerja sama ini, ia juga berharap dapat menyediakan energi yang terjangkau, bersih, dan andal di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Pasifik, khususnya untuk industri dan konsumen produk Chevron.

Transisi energi

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengapresiasi kerja sama perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia, pihaknya memiliki komitmen untuk mempercepat transisi energi sesuai dengan target pemerintah.

"Kemitraan ini merupakan langkah strategis bagi Pertamina dan Chevron untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing, serta mengembangkan proyek dan solusi energi rendah karbon untuk mendorong kemandirian dan ketahanan energi dalam negeri," ujar Nicke.

Ia juga menjelaskan, Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang memiliki kapasitas terpasang panas bumi telah mengembangkan geotermal sejak 1974.

Saat ini, melalui Subholding Power & NRE, Pertamina memiliki total kapasitas terpasang geotermal mencapai 1.877 megawatt (MW) yang berasal dari 13 area kerja geotermal, yakni 672 MW berasal dari area kerja yang dioperasikan sendiri dan 1.205 merupakan kontrak operasi bersama (joint operation contract/JOC).

Area kerja yang dioperasikan sendiri dengan total kapasitas 672 MW tersebut mencakup Area Sibayak 12 MW, Area Lumut Balai 55 MW, Area Ulubelu 220 MW, Area Kamojang 235 MW, Area Karaha 30 MW, dan Area Lahendong 120 MW.

Selain itu, Pertamina juga melakukan diversifikasi pengembangan geotermal, antara lain yang saat ini tengah berjalan sebagai pilot project adalah green hydrogen yang dikembangkan di area Ulubelu dengan target produksi 100 kg per hari dan brines to power yang dikembangkan di area Lahendong, serta memiliki potensi kapasitas 200 MW dari beberapa area kerja lainnya.

Pertamina juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan penerapan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization, and Storage (CCUS) sebagai salah satu strategi perseroan mengurangi emisi karbon di dua lapangan migas yakni Gundih dan Sukowati. Pertamina juga sedang mengkaji komersialisasi penerapan teknologi CCUS di wilayah Sumatra.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id