BBM Ron Rendah Bisa Berdampak pada Kerusakan Lingkungan

    Ade Hapsari Lestarini - 30 November 2020 21:24 WIB
    BBM Ron Rendah Bisa Berdampak pada Kerusakan Lingkungan
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    Jakarta: Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi WALHI Nasional Dwi Sawung menilai penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan research octane number (RON) rendah membawa dampak buruk bagi lingkungan. Termasuk juga pada persoalan kesehatan masyarakat hingga kepentingan perekonomian nasional.

    Sehingga mau tidak mau harus ada peralihan penggunaan BBM RON rendah menuju RON tinggi. Apalagi secara aturan, penerapan ini sudah seharusnya dilakukan pada tahun lalu.

    "Ini berdampak kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat, dan pengaruhnya juga meluas ke perekonomian juga," kata Dwi Sawung, Senin, 30 November 2020.

    Menurut dia saat ini masyarakat harus menerima beban dan dampak atas penggunaan BBM RON rendah karena menyebabkan kualitas udara menjadi jauh menurun, tentu akan berpengaruh kepada ekosistem global.

    "Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka dampaknya juga akan terus terakumulasi dan kian membesar," beber dia.

    Dia mencontohkan Jakarta, kondisi kualitas udara pada lima hingga 10 tahun depan dianggap banyak pihak mulai mengkhawatirkan. Terlebih dengan jumlah kendaraan bermotor yang kian bertambah, bahkan hampir sama dengan jumlah penduduknya.

    "Saat ini sudah terjadi krisis iklim. Kalau semua tidak aware dengan kondisi seperti ini, tentu ke depan bakal semakin massif," ungkap dia.

    Karena itu peningkatan kualitas BBM ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan krusial. Di lain pihak, secara sosiologis, konsumsi BBM RON rendah mengakibatkan ketidakadilan sosiologis yang dampaknya baru akan bisa dirasakan dalam jangka panjang.

    "Karenanya perlu ada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk dapat mulai beralih pada BBM dengan RON tinggi yang lebih ramah lingkungan," ucap dia.

    Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) Adnan Rarasina menambahkan BBM oktan rendah seharusnya segara dihapus. Apalagi, lanjutnya, di pasar internasional juga tidak ada lagi yang menjual bensin RON 90 maupun RON 88.

    "Tidak ada negara di dunia yang menjual bensin di bawah RON 90, kecuali tujuh negara termasuk Indonesia. Bila BBM dengan ron rendah, maka pemerintah bisa menjual bensin dengan kualitas baik dan tentunya harus didukung dengan harga yang murah," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id