Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Berbasis Biologi

    Ilham wibowo - 22 Mei 2020 13:23 WIB
    Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Berbasis Biologi
    K?emenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Berbasis Biologi. Foto: dok Kemenperin.
    Jakarta: Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) mampu menciptakan teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi yang diberi nama Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology (PLANET-2020). Temuan ini sejalan dengan berkomitmen untuk terus mewujudkan pembangunan industri nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

    "Pembangunan industri hijau mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut Doddy, pendekatan industri hijau dapat dilakukan melalui tindakan hemat dan efisien dalam pemakaian sumber daya alam, air dan energi. Selain itu, penggunaan energi alternatif, penerapan 4R atau reduce, reuse, recycle, dan recovery, penggunaan teknologi rendah karbon, serta meminimalkan timbulan limbah.

    "Untuk terus mendukung majunya pembangunan industri hijau di Tanah Air, BPPI terus berupaya menghasilkan berbagai inovasi," ungkap Doddy.

    Inti teknologi dari PLANET-2020 merupakan penggunaan mikroorganisme (bakteri) untuk menguraikan air limbah. Limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.

    Inovasi teknologi PLANET-2020 meliputi tiga unit pengolahan limbah yang dirancang dari unit anaerobik, aerobik, dan wetland yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Unit anaerobik merupakan modifikasi dari sistem anaerobik konvensional, yaitu menggunakan aliran air upflow yang dikombinasikan dengan sistem resirkulasi.

    Sedangkan, unit aerobik menggunakan sistem lumpur aktif, sedangkan unit wetland menggunakan sistem horizontal subsurface constructed wetland yang diresirkulasi. Integrasi dari ketiga unit dapat menurunkan bahan pencemar organik hingga lebih dari 95 persen, amoniak hingga 80 persen dan fosfat sebesar 70 persen.

    Doddy menyebutkan, kelebihan yang dimiliki oleh PLANET-2020, antara lain kemampuan degradasi polutan (zat pencemar) mencapai 90-98 persen, lebih tinggi dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia yang mencapai 80-90 persen, atau dibandingkan IPAL berbasis biologi konvensional (80-90 persen).

    Selanjutnya, PLANET-2020 tidak membutuhkan lahan yang begitu luas, menggunakan energi listrik yang lebih hemat, dan menggunakan bahan kimia yang jauh lebih sedikit. Kelebihan lainnya, sistem tersebut tidak menggunakan unit pengolah lumpur, sehingga penguraian polutan dapat dipersingkat dari satu minggu menjadi maksimal empat hari.

    "PLANET-2020 juga hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode kimia,” sebutnya.

    Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon mengemukakan, teknologi PLANET-2020 ini telah diterapkan untuk mengolah air limbah di 18 sektor industri, seperti industri kertas kerajinan, industri makanan dan minuman, industri batik, industri farmasi, serta industri pengolahan ikan.

    "Reaktor PLANET-2020 dibuat sesuai kebutuhan, dengan dimensi yang disesuaikan dengan jumlah limbah industri yang akan diolah dalam satu hari. Untuk memperkuat kapasitas SDM Operator IPAL, BBTPPI  juga memberikan bimbingan teknis mengenai cara operasional dan pemeliharaan PLANET-2020," paparnya.

    Lebih lanjut, teknologi PLANET-2020 akan terus dikembangkan dengan modifikasi unit dan proses. Unit anaerobik, aerobik, dan wetland yang membutuhkan lahan agak luas dimodifikasi dengan merancang reaktor vertikal, sehingga digunakan pada luasan lahan yang terbatas dan waktu tinggal yang lebih cepat. Hal ini akan memudahkan industri dengan lahan terbatas.

    Selain itu, PLANET-2020 diharapkan dapat membantu pemulihan zat-zat yang masih bernilai ekonomis yang terkandung di dalam limbah. Pihak BBTPPI pun terbuka untuk terus melakukan kerja sama dengan industri yang membutuhkan konsultasi dan desain IPAL dan teknologi pencegahan pencemaran industri lainnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id