comscore

Anak Usaha Pupuk Indonesia Investasi Pabrik Katalis Capai Rp286 Miliar

Husen Miftahudin - 16 Maret 2022 21:50 WIB
Anak Usaha Pupuk Indonesia Investasi Pabrik Katalis Capai Rp286 Miliar
Ilustrasi. Foto: dok Pupuk Indonesia.
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), mendukung pembangunan dan pengoperasian pabrik Katalis Merah Putih. Pabrik Katalis pertama karya anak bangsa ini nantinya akan mewujudkan industri yang ramah lingkungan, mendukung pengembangan green fuel, serta mampu mengurangi ketergantungan katalis impor.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, pabrik Katalis Merah Putih didesain memiliki kapasitas produksi sebesar 800 ton per tahun dan berlokasi di Kawasan Industri Cikampek, Jawa Barat. Proses pembangunannya akan berlangsung selama 13 bulan dengan perkiraan investasi yang dibutuhkan mencapai Rp286 miliar.
"Proyek katalis ini sangat khusus karena dibangun dengan teknologi karya Indonesia, dalam hal ini teknologi yang dikembangkan ITB (Institut Teknologi Bandung). Kita harus mengedepankan proyek katalis ini sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dan mudah-mudahan dapat segera dijalankan oleh PT Katalis sinergi Indonesia," ujar Bakir dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 Maret 2022.

Pabrik Katalis Merah Putih dibangun atas sinergi perusahaan BUMN, perguruan tinggi, dan pemerintah. Pabrik nantinya akan dioperasikan oleh PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI), yang merupakan perusahaan patungan antara PT Pertamina Lubricants (38 persen), PT Pupuk Kujang Cikampek (37 persen), dan PT Rekacipta Inovasi ITB (25 persen).

Dijelaskan Bakir, dalam pembangunan pabrik Katalis Merah Putih, Pupuk Indonesia Grup melalui PT Pupuk Kujang Cikampek berperan sebagai salah satu investor, khususnya dalam penyediaan lahan dan lain-lain. Adapun proyek katalis ini untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap katalis impor. Untuk tahap awal, katalis ini akan digunakan untuk sektor energi dengan sebagai offtaker. Namun untuk tahap selanjutnya, pabrik ini akan masuk ke sektor petrokimia yang merupakan bagian dari industri pupuk.

"Proyek ini sejalan dengan semangat transisi energi yang diangkat oleh G20. Proyek katalis ini merupakan bagian dari roadmap perusahaan untuk pengembangan green energy," tegas Bakir.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa pabrik Katalis Merah Putih pertama kali diinisiasi oleh ITB dan diuji coba di kilang milik Pertamina. Sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Bahan Bakar Hijau, pabrik ini diproyeksikan dapat menghasilkan katalis untuk memproduksi green fuel, sehingga berkontribusi dalam pengembangan EBT.

"Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Pertamina Lubricants, Pupuk Kujang Cikampek, dan Rekacipta Inovasi ITB atas niat baik dan aksi nyata melalui pembentukan PT Katalis Sinergi Indonesia untuk bekerja sama dalam memanfaatkan kemampuan, pengalaman, sumber daya, dan fungsi yang dimilikinya dalam upaya penyediaan katalis nasional," tuturnya.

Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan pengembangan teknologi sendiri. Untuk itu, dibutuhkan sinergi agar bisa memenuhi keperluan bangsa ini dan mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan dan kemandirian.

"Sudah lama sekali kita selalu menggaung-gaunggkan, kita harus memiliki teknologi sendiri untuk bisa mengisi keperluan bangsa ini untuk mendukung petumbuhan ekonomi ke depan agar kita bisa melakukan kemandirian di segala hal," harap Arifin.

Katalis merupakan senyawa zat mineral yang dicetak dalam beragam bentuk dan warna untuk mempercepat terjadinya reaksi kimia. Misalnya saja, penggunaan katalis dapat mempercepat reaksi kimia tanpa harus menaikkan suhu. Dengan demikian, dapat menghemat energi dan mengurangi biaya produksi.

Selain itu, katalis juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat reaksi kimia dalam produksi amoniak dan asam sulfat, yang keduanya merupakan bahan baku produksi pupuk.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id