Indonesia Cari Cara Kebut Pencapaian Net Zero Emission

    Suci Sedya Utami - 26 Juli 2021 12:13 WIB
    Indonesia Cari Cara Kebut Pencapaian <i>Net Zero Emission</i>
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Foto: dok MI/Irfan.



    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari cara untuk mempercepat pencapaian net zero emission. Dalam peta jalan yang telah dibuat, Indonesia menargetkan bisa mencapai net zero emission pada 2060.

    Dalam acara Media Group News Summit Series bertajuk Indonesia Green Summit 2021, Siti mengatakan pihaknya bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta stakeholder di sektor energi seperti PT Pertamina, PT PLN, Dewan Energi Nasional (DEN) beserta dunia usaha, mencapai net zero emission lebih awal menuju 2060.

     



    "Indonesia berusaha mencari peluang untuk mempercepat pencapaian net zero emission di 2060 atau bahkan lebih cepat," kata Siti, dalam webinar Media Group News Summit Series bertajuk Indonesia Green Summit 2021, Senin, 26 Juli 2021.

    Dirinya mengatakan Indonesia baru saja menyampaikan dokumen strategi jangka panjang atau long term strategy (LTS) dan long carbon and climate resiliece (LCCR) 2050 seperti yang dimandatkan dalam Perjanjian Paris pada negara-negara di dunia sebagai upaya bersama untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

    LTS dan LCCR 2050 merefleksikan arahan jangka panjang yang akan menjadi pedoman dalam  implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ia mengatakan dokumen tersebut menegaskan pencapaian untuk menuju net zero emission akan dicapai dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang bertumbuh.

    "Dokumen LTS LCCR 2050 disusun berdasarkan kondisi perekonomian, dan dengan mempertimbangkan semakin menurunnya kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta dengan meyakini pembelajaran atas rentannya kondisi sosio global menghadapi pandemi covid-19 dan tetap optimistis mengacu pada prospek pemulihan pascapandemi serta kebijakan nasional seluruh sektor saat ini sampai 2050," ujar dia.

    Dirinya mengatakan dengan skenario paling ambisius yaitu low carbon yang kompatibel dengan Perjanjian Paris, maka secara nasional Indonesia akan mencapai puncak pada 2030 dengan sektor kehutanan dan penggunaan lahan yang sudah mendekati net sink. Ia mengharapkan seluruh sektor sudah harus makin meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca di 2050.

    Lebih jauh dirinya menambahkan Presiden Joko Widodo dalam leader summit bulan lalu menyampaikan tiga arahan strategis bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim. Indonesia mendorong dan mengharapkan dapat memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik dan mencapai target Perjanjian Paris serta agenda kemitraan global.

    Selain itu, Indonesia juga menegaskan komitmen untuk mengurangi gas rumah kaca hingga 41 persen secara kondisional maupun melalui dukungan internasional dalam hal finansial maupun teknologi dibandingkan dengan business as usual pada 2030. Target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama antar pemerintah pusat, pemda, dunia usaha, masyarakat, dan media berperan sangat penting.

    "Kita persiapkan diri ke depan menyongsong kemajuan Indonesia yang pada perspektif lingkungan dan karbon diproyeksikan mencapai puncak pembangunan dengan emisi sebesar-besarnya pada 2030-2040 dan terus melandai hingga 2050-2060, pada saat ini Indonesia sudah berada pada tingkat identik negara maju," jelas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id