comscore

HPSN 2022, Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Pilah Sampah

Rosa Anggreati - 25 Februari 2022 10:00 WIB
HPSN 2022, Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Pilah Sampah
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong masyarakat agar lebih peduli dalam pengelolaan sampah (Foto:Freepik)
Jakarta: Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Tahun 2022 ini, HPSN mengusung tema Kelola Sampah, Turunkan Emisi dan Bangun ProKlim (Program Kampung Iklim).

Terkait tema tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong masyarakat agar lebih peduli dalam pengelolaan sampah. Terutama sampah organik.
Sampah organik merupakan jenis sampah yang turut menimbulkan masalah lingkungan. Pada 2017, KLHK mencatat bahwa komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, yaitu sekitar 60 persen dari total sampah.

Untuk diketahui, sampah organik seperti dilansir dlh.kulonprogo.go.id, merupakan sampah dari bahan-bahan hayati yang bisa didegradasi oleh miroba atau bersifat biodegradable. Sampah jenis ini mudah diurai dengan proses alami, namun butuh waktu lama. Jika sampah organik tidak diolah dengan cepat dan menumpuk, akan menimbulkan bau tak sedap.

Sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) akan menghasilkan gas metana dan memicu terjadinya emisi gas rumah kaca.

Guna mencegah emisi gas rumah kaca sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan masyarakat harus memilah sampah sebelum membuangnya. Pisahkan antara sampah organik dan anorganik. 

Dengan memilah sampah akan terjadi perputaran ekonomi yang dikenal dengan konsep ekonomi sirkular. 

"Pada prinsipnya ekonomi sirkular mendorong pengelolaan sampah dan memberikan keuntungan baik melalui daur ulang maupun dipakai kembali. Jadi, tidak ada sampah yang dibuang ke TPA," kata Vivien pada webinar yang diselenggarakan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) bertajuk Mewujudkan Pertobatan Ekologis Melalui Gerakan Kolekte Sampah, beberapa waktu lalu.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengolah sampah dengan prinsip ekonomi sirkular telah dilakukan oleh Le Minerale bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), yaitu melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale. Gerakan ini merupakan komitmen multi-stakeholder dalam pengelolaan sampah plastik polyethylene terephthalate (PET).
 
Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale yang diluncurkan pada Februari 2021 ini, menargetkan peningkatan collection rate & recyling rate plastik sebesar 20 persen. 

Upaya yang dilakukan Le Minerale tersebut selaras dengan tekad pemerintah mewujudkan Indonesia bersih sampah pada 2025 dengan pengurangan 30 persen dan penanganan 70 persen pengurangan sampah.

"Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah plastik. Harapannya, gerakan ini dapat membantu meningkatkan pasokan bahan baku dalam negeri ke industri daur ulang," ucap Corporate Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale)  Ronald Atmadja.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id