Menteri LHK: Pemulihan Mangrove Kunci Mitigasi Perubahan Iklim

    Media Indonesia.com - 23 September 2021 23:22 WIB
    Menteri LHK: Pemulihan Mangrove Kunci Mitigasi Perubahan Iklim
    Presiden Jokowi dan Menteri LHK Siti Nurbaya menanam mangrove di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: KLHK



    Cilacap: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan pemulihan mangrove merupakan kunci dalam memitigasi perubahan iklim. Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

    "Maka itu, Presiden Jokowi (Joko Widodo) sangat fokus untuk memulihkan mangrove," kata Siti saat mendampingi Jokowi menanam mangrove di Tritih Kulon, Cilangkap, Jawa Tengah, Kamis, 23 September 2021.

     



    Hadirnya Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), kata Siti, tak lain merupakan langkah mendasar untuk mempercepat pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia. Beberapa aksi nyata dalam pemulihan ini adalah merancang tata kelola gambut, menekan deforestasi, menyelamatkan hutan dengan operasi penegakan hukum perambahan hutan, mengantisipasi illegal logging, hingga menekan kejahatan kepada satwa dilindungi.

    Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia, yaitu mencapai 3,36 juta hektare. Setara 20 persen mangrove dunia dengan keanakeragaman tertinggi di dunia.

    Siti mengatakan kegiatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Cilacap seluas 650 hektare melibatkan masyarakat lokal. Pada kesempatan tersebut, Jokowi bersama masyarakat melakukan penanaman mangrove pada areal seluas 28 hektare. Pada saat bersamaan, sembilan provinsi lain juga menanam mangrove. 

    Baca: Jokowi Targetkan Rehabilitasi 34 Ribu Hektare Mangrove

    Presiden Jokowi menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 34 ribu hektare hingga akhir 2021. Rehabilitasi itu penting guna menjaga kelestarian alam yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
     
    "Rehabilitasi mangrove akan terus kita galakkan baik oleh BRGM maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," kata Jokowi.
     
    Jokowi mengatakan penanaman mangrove bisa melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, dan memperbaiki lingkungan pesisir. Kondisi tersebut diharapkan meningkatkan produksi ikan dan hasil laut lainnya seperti kepiting.
     
    "Sehingga kita berharap dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai,” ujar Kepala Negara.
     
    Penanaman mangrove, kata Jokowi, juga berfungsi memulihkan serta melestarikan kawasan hutan mangrove. Langkah tersebut sebagai bentuk mitigasi terhadap perubahan iklim.
     
    Selain didampingi Siti Nurbaya, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Kepala BRGM Hartono Prawiraatmadja turut hadir dalam aktivitas tersebut. 


    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id