Industri Sawit Lebih Cepat Rebound

    Media Indonesia - 11 Juni 2020 12:12 WIB
    Industri Sawit Lebih Cepat <i>Rebound</i>
    Industri sawit diyakini cepat pulih dibandingkan industri lainnya. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.



    Jakarta: Semua sektor industri terdampak pandemi covid-19. Namun, industri sawit diyakini bakal lebih cepat pulih jika dibandingkan dengan industri lain.

    "Industri sawit lebih cepat pulih jika dibandingkan dengan industri lain. Industri sawit paling siap mengambil manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang diprediksi pulih di 2021 saat covid-19 mereda. Industri lain memerlukan waktu," kata pengamat ekonomi Fadhil Hasan dalam silaturahim virtual Asian Agri dengan media massa, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 11 Juni 2020.






    Ia mengungkapkan data-data industri sawit secara nasional. Ekspor CPO Januari-April 2020 menurun 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Namun, nilai ekspornya meningkat sembilan persen. Konsumsi dalam negeri Januari-April 2020 juga lebih tinggi enam persen jika dibandingkan dengan Januari-April 2019.

    Lalu, produksi CPO April 2020 lebih tinggi 12 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020. Ekspor CPO April 2020 turun 10 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020. Namun, pada Mei tanda-tanda perbaikan kinerja industri sawit nasional mulai terlihat bila dilihat dari angka ekspor CPO.

    "Secara nasional ekspor CPO pada April 2020 memang menurun, tetapi meningkat pada Mei 2020," kata Fadhil.

    Berdasarkan skenario Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, industri atau perkebunan sawit berada dalam tahap pertama penerapan kenormalan baru, bersama industri pertambangan. Asian Agri telah siap memasuki tahap kenormalan baru tersebut.

    "Industri sawit, baik yang di perkebunan maupun office, tetap beroperasi ketika penerapan PSBB dengan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Jadi kita siap memasuki kenormalan baru," kata Sustainability and Stakeholder Relations Director Asian Agri, Bernard A Riedo, dalam kesempatan sama.

    Bernard mengakui ada penurunan ekspor Asian Agri ke negara-negara tujuan ekspor akibat pandemi covid-19. Akan tetapi, lanjut Bernard, mulai Mei ekspor mengalami peningkatan.

    "Tiongkok sudah membuka lockdown, jadi mulai bisa kita tingkatkan kembali ekspor," katanya.

    Asian Agri juga terus berupaya mencari peluang pasar untuk meningkatkan ekspor. "Kita tetap cari peluang untuk diversifikasi pasar ekspor yang punya nilai tambah," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id