Butuh Seminggu Supermarket Normal Usai Banjir

    Ilham wibowo - 03 Januari 2020 16:05 WIB
    Butuh Seminggu Supermarket Normal Usai Banjir
    Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Perusahaan ritel baik tokonya yang berupa supermarket maupun minimarket terkena dampak langsung terhadap bencana banjir di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Aset di ratusan toko sempat lumpuh untuk melakukan kegiatan perdagangan.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan tercatat ada 400 toko ritel yang telah tutup selama tiga hari ini. Potensi kerugian dari hilangnya transaksi diperkirakan mencapai Rp1,25 triliun.

    Menurut Roy, toko yang terendam tidak bisa langsung dibuka untuk bertransaksi. Barang yang kena air banjir mesti diperiksa dahulu kelayakannya.

    "Barang-barang kalau terendam tidak bisa langsung dijual dan mesti overhaul dulu seluruh tokonya lalu buang dulu barang yang terkena dampak," kata Roy kepada Medcom.id, Jumat, 3 Januari 2020.

    Kerugian perusahaan ritel saat ini diperparah dengan kerusakan aset terutama peralatan elektronik seperti lemari pendingin yang turut terkena dampak. Selain itu, karyawan yang mesti diliburkan lantaran menjadi korban banjir juga menambah beban perusahaan.

    "Barang rusak harus kita ganti dulu, kemudian cash elektronik harus kira perbaiki dan ini akan makan waktu walaupun sudah surut," tuturnya.

    Meski demikian, Roy memastikan pihaknya bakal mengupayakan perbaikan cepat untuk segera melayani masyarakat. Sementara ini sudah ada 60 toko ritel yang dibuka lantaran wilayahnya yang telah kering.

    "Tergantung luasan tokonya, kalau kelas minimarket bisa lebih cepat dua atau tiga hari karena luasnya lebih kecil, tapi kalau supermarket itu bisa lima sampai enam hari hingga kembali menjadi normal," paparnya.

    Kecepatan perbaikan itu pun disesuaikan dengan kontigensi masing-masing perusahaan ritel. Barang yang mesti diganti juga terkendala akses pengiriman logistik yang masih terhalang banjir.

    "Kami bermasalah dalam hal logistik, pengiriman barang terkendala, truknya ada tapi sopirnya kebanjiran. Kita tahu dari Natal dan tahun baru itu puncak-puncaknya transaksi sehingga stok sudah banyak keluar dan supplier masih libur dan ini juga menjadi kendala," ucap Roy.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id