Kementan Diminta Menyelaraskan Fakta dan Data

    26 Juli 2018 20:56 WIB
    Kementan Diminta Menyelaraskan Fakta dan Data
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) diminta menyelaraskan antara data dan fakta di lapangan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritisi kinerja kementan yang kerap menyuguhkan data yang tak konkret dengan kondisi riil di lapangan.

    Salah satunya terkait harga telur dan daging ayam yang melambung di pasar. Pernyataan Kementan dinilai tak sesuai fakta di pasar.
    “Kementan sering mengatakan barang-barangnya ada dan cukup, namun faktanya harga di masyarakat tinggi. Ini kan berarti ada masalah,” kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP, Zainut Tauhid Saadi, melalui pesan elektronik, Kamis, 26 Juli 2018.

    DPR, menurut Zainut, membutuhkan penjelasan yang konkret dari Kementan terkait persoalan ini. Zainut meminta Kementan sesegera mungkin mencari solusi mengatasi masalah ini.

    “Jika mereka (Kementan) tidak siap, impor menjadi pilihan terakhir. Akan tetapi, jika memang nantinya harus impor, imbasnya pasti akan merugikan peternak. Kementan harus bertanggung jawab memberikan data yang sebenarnya untuk kepastian apakah barang (telur dan daging ayam) itu ada atau tidak,” kata Zainut.

    Di samping itu, ia mengingatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan harus bekerja efektif untuk memastikan realitas di lapangan dan cepat mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini.

    “Hasil dari temuan yang dilakukan satgas juga sejatinya harus dipublikasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga tahu di mana letak sumbatannya,” ucap dia.

    Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat, Viva Yoga Mauladi, menyatakan akan memanggil Kementan untuk meminta penjelasan terkait isu pangan nasional.

    Viva ingin mengetahui koordinasi antarkementerian, khususnya antara Kementan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

    Ketua Satgas Pangan Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan masih menyelidiki naiknya harga telur belakangan ini. Satgas, kata dia, belum memeriksa pihak mana pun yang diduga menjadi bagian dari permasalahan ini.

    "Belum ada yang kita mintai keterangan karena sifatnya masih lidik (penyelidikan). Masih mengumpulkan data," kata Setyo.

    Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan telah menyiapkan sejumlah solusi untuk mengatasi harga telur ayam yang naik beberapa hari terakhir.

    Sebagai langkah awal, Kementan segera menghitung ulang prognosa kebutuhan telur dan ayam ras. Selanjutnya, Kementan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

    “Koordinasi dilakukan antara lain untuk mengkaji kembali harga acuan telur dan ayam ras tingkat produsen maupun konsumen,” kata dia.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id