OJK Bantu Kejaksaan Agung Verifikasi Rekening Efek yang Diblokir

    Nia Deviyana - 16 Februari 2020 17:20 WIB
    OJK Bantu Kejaksaan Agung Verifikasi Rekening Efek yang Diblokir
    Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen. Foto : Medcom.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membantu Kejaksaan Agung dalam melakukan verifikasi rekening efek yang masih diblokir. Sebelumnya, sebanyak 800 rekening efek terkena blokir. Perintah blokir diamanatkan langsung oleh Kejagung demi mempermudah penyelusuran kasus korupsi di Jiwasraya.
     
    "Saat ini memasuki tahapan akhir verifikasi dan klarifikasinya, OJK berharap paling lambat akhir Februari nanti Kejaksaan Agung sudah dapat memutuskan status rekening efek tersebut," ujar Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen melalui keterangan resminya, Minggu, 16 Februari 2020.

    Hoesen menuturkan upaya verifikasi atas rekening efek tersebut akan semakin cepat dan maksimal jika dibantu oleh para pemegang rekening dalam bentuk pemberian keterangan atau konfirmasi kepada Kejaksaan Agung.

    "Oleh karena itu, OJK mengimbau kepada para pemilik rekening untuk segera menghubungi pihak Kejaksaan Agung untuk bersama-sama membantu penyelesaian masalah pemblokiran ini," tandasnya.

    Adapun Kejaksaan Agung telah mempersilakan pemilik rekening mengajukan surat keberatan yang tidak terkait dengan kasus Jiwasraya.
     
    "Kalau memang rekening tersebut tidak ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), silakan mengajukan pembukaan blokir," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiono di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, belum lama ini.
     
    Sejauh ini ada tujuh pihak swasta yang mengajukan keberatan pemblokiran rekening. Penyidik Kejaksaan Agung masih meneliti berkas pengajuan pembukaan blokir dari ketujuh pihak itu. Apabila terbukti tak berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), rekening akan dibuka.

    "Penyidik akan meneliti apakah pemilik rekening itu memang murni melakukan transaksi jual beli saham dan tidak berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang disidik tentu akan kita buka," terang Hari.
     
    Penyidik membutuhkan waktu memilah rekening-rekening yang tak berkaitan dengan kasus Jiwasraya. Mereka yang keberatan diminta menunggu hasil penyidikan.
     
    "Ada yang keberatan dicek dulu karena rekening efek bisa tiap hari bergerak. Mohon waktu," tutup Hari.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id