BI Pangkas Bunga Acuan agar Tidak Tertular Korona

    Desi Angriani - 20 Februari 2020 19:25 WIB
    BI Pangkas Bunga Acuan agar Tidak Tertular Korona
    Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Bank Indonesia akhirnnya memangkas bunga acuan sebesar 25 bps demi menjaga daya tahan ekonomi Indonesia dari dampak penyebaran virus korona. Posisi bunga acuan sebesar lima persen bertahan sejak November 2019 lalu.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral ingin menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan mewabahnya Covid-19.

    "Sebagai langkah preventif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global sehubungan dengan terjadinya Covid-19," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

    Ia menjelaskan optimisme dunia mulai berubah setelah virus korona merebak akhir Januari 2020 padahal sebelumnya prospek pemulihan ekonomi global mulai terjadi pascakesepakatan tahap 1 perundingan perdagangan AS-Tiongkok.

    Sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor menunjukkan perbaikan pada Desember 2019-Januari 2020.

    "Optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 yang diprakirakan akan menekan perekonomian Tiongkok dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global, setidaknya pada kuartal I-2020," terangnya.

    Karena itu, BI memangkas prakiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 dari 3,1 persen menjadi 3,0 persen.  Namun, angka tersebut diproyeksi meningkat menjadi 3,4 persen pada 2021.

    Sementara itu, pertumbuhan ekonomi RI 2020 diproyeksi turun dari kisaran 5,1-5,5 persen menjadi 5,0-5,4 persen.  Sebab, penyebaran Covid-19 memengaruhi perekonomian Indonesia melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi. Jika melihat pada kuartal I-2020, bank sentral bahkan  memproyeksi ekonomi hanya tumbuh 4,9 persen.

    "Kemungkinan akan lebih rendah dari lima persen tetap mencari 4,9 persen di triwulan I," ungkap dia.

    BI sebelumnya memutuskan memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen.

    Suku bunga Deposit Facility ikut turun sebesar 25 bps menjadi 4,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.

     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id