Erick Berikan Peran Khusus BUMN di Ibu Kota Baru

    Suci Sedya Utami - 08 Januari 2020 07:50 WIB
    Erick Berikan Peran Khusus BUMN di Ibu Kota Baru
    Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumpulkan sejumlah pimpinan perusahaan BUMN. Pertemuan kali ini membicarakan peran khusus perusahaan pelat merah di ibu kota baru Indonesia.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Erick menekankan kepada para perusahaan BUMN untuk menjadi garda utama dalam menjaga kondisi lingkungan di kawasan ibu kota baru sebelum dimulai pembangunannya nanti.

    Arya mengatakan Kementerian BUMN ingin memastikan jika tumbuhan dan hewan endemik di wilayah tersebut tetap terjaga meski ada pembangunan, mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan hutan.

    "Kami BUMN akan lebih duluan turun untuk melakukan lewat CSR (tanggung jawab sosial perusahaan), kita bina lingkungan. Kita akan turun untuk jaga lingkungan supaya ketika ada pembangunan terjadi ini lahan sudah terjaga duluan," kata Arya, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Terkait dengan peran BUMN dalam pembangunan atau kontraksi, Arya menyatakan, hal tersebut belum dibahas lebih lanjut. Namun yang pasti BUMN akan menjadi pionir dalam pembangunan ibu kota baru.

    Pertemuan kali ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) Lukman Hidayat, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tumiyana, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, dan Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo.

    Kemudian Direktur Utama PT BTN (Persero) Pahala Mansyuri, Direktur Utama PT BRI (Persero) Sunarso,  Plt Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Fuad Rizal, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspitadewi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Wakil Direktur Utama Pelindo II Hambra Samal, dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.

    Sebelumnya pemerintah menyebut konsultan dari Tiongkok dan Jepang akan terlibat dalam perencanaan desain ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rancangan juga akan melibatkan desain dasar dari hasil sayembara ibu kota yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.
     
    "Ada dua konsultan asing kelas dunia yang akan bantu masalah lingkungan, desain urban (perkotaan), masalah arsitekturnya dan lain-lain," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

    Nantinya, lanjut Luhut, kedua konsultan asing itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta anak bangsa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk merancang ibu kota baru. Menurut Luhut, tadinya ada lima konsultan asing yang rencananya akan ikut terlibat dalam perancangan desain ibu kota baru.

    Adapun konsultas asing itu yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, serta Jepang. Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa cenderung untuk memilih konsultan asal Tiongkok dan Jepang untuk disewa jasanya dalam membantu merancang ibu kota baru.

    "Jadi tadi itu ada lima, ada AS, Inggris, Jepang, Tiongkok. Tapi dua terbaik yang kami lihat. Tadi Pak Menteri Bappenas melihat beliau lebih cenderung di dua itu, Jepang dan Tiongkok," ungkap Luhut.

    Selain itu, Luhut menyebut Softbank ingin ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. CEO Softbank Masayoshi Son rencananya akan datang ke Indonesia pada 10 Januari mendatang. Softbank menyatakan komitmen untuk berinvestasi hingga USD100 miliar.

    "Bagi saya ini too good to be true. Tapi semua sudah jalan dan kita lihat, tim sudah bekerja dan saya katakan ke dia saya minta hanya USD25 miliar saja, itu sudah lebih dari cukup untuk lima tahun ke depan," kata dia.

    Selain Softbank, Luhut mengungkapkan pada Jumat mendatang dirinya juga akan kedatangan CEO US International Development Finance Corporation Adam Boehler. Lembaga tersebut disebutnya akan menanamkan modal di BUMN.

    "Itu juga enggak pernah dalam sejarahnya AS akan investasi di BUMN. Mereka akan bawa USD5 miliar tahap pertama, dan Presiden sudah challenge (menantang) ini untuk USD 10 miliar. Kalau ini semua bisa dieksekusi, kita akan masukkan tadi di dalam toll road dan akan buat 75 rumah sakit dan 80 hotel yang nanti bisa di-IPO-kan ke depan," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id