Rupiah Pagi Pamer Kekuatan terhadap Dolar AS

    Angga Bratadharma - 15 November 2019 09:08 WIB
    Rupiah Pagi Pamer Kekuatan terhadap Dolar AS
    Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.087 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam yang tengah melempem di tengah penguatan mata uang yen Jepang.

    Mengutip Bloomberg, Jumat, 15 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.060 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 hingga Rp14.072 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.855 per USD.

    Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat jatuh terhadap yen Jepang pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi karena investor didorong beralih ke aset-aset safe-haven menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sedang berjuang untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan fase satu.

    Mata uang yen Jepang naik 0,39 persen menjadi USD108,4 terhadap USD, setelah naik ke level tertinggi 10 hari di awal sesi. Franc Swiss juga diuntungkan, naik 0,16 persen. Indeks USD, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama, turun sebanyak 0,22 persen menjadi 98,159.

    Langkah penghindaran risiko (risk-off) juga memperkuat harga obligasi AS dan menekan indeks Dow Jones dan Nasdaq, yang juga berkontribusi terhadap penurunan dolar. "Kami memulai pagi ini dengan sedikit penghindaran risiko ringan. Itu berlanjut," kata Kepala Strategi Valuta Asing Scotia Capital Shaun Osborne.

    Financial Times melaporkan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan fase satu dan mungkin tidak akan menyelesaikannya menjelang 15 Desember, ketika tarif AS untuk barang-barang Tiongkok akan mulai berlaku.

    Washington, menurut sumber-sumber Financial Times, belum percaya Beijing telah membuat konsesi yang cukup mengenai hal-hal termasuk kekayaan intelektual dan pembelian pertanian untuk menjamin penurunan tarif.

    "Tampaknya ada pemandu sorak abadi untuk kesepakatan perdagangan dari Gedung Putih yang mungkin memiliki dampak yang lebih kecil pada pasar," kata Osborne.

    "Kenyataannya adalah kita masih menunggu kesepakatan fase satu ini, kita telah menunggu beberapa waktu dan tidak terlihat seperti hampir selesai. Dan saya agak curiga bahwa dengan segala hal lain yang sedang terjadi, Tiongkok mungkin hanya memutuskan untuk menunggu di sini dan melihat apa yang terjadi secara politik di AS," tambah Osborne.

     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id