2020, Proyeksi Kredit Bank Mandiri Diprediksi Tersaingi Dana Asing

    Ilham wibowo - 24 Januari 2020 17:17 WIB
    2020, Proyeksi Kredit Bank Mandiri Diprediksi Tersaingi Dana Asing
    Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Royke Tumilaar. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Royke Tumilaar menyebut persaingan pinjaman atau kredit di Tanah Air bakal semakin meningkat di 2020. Itu sebabnya, pertumbuhan kredit Bank Mandiri dipatok sama dengan proyeksi pada 2019.

    "Kami akan tetap sama dengan tahun lalu target 8-10 persen karena memang melihat kondisi saat ini, apalagi bahwa likuiditas dari offshore ini masuknya kencang sekali sekarang ke Indonesia," kata Royke ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020.  

    Rendahnya proyeksi Bank Mandiri dari target rata-rata industri keuangan yang dipasang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 10-12 persen menjadi langkah antisipasi perusahaan. Royke menyebutkan sumber dana atau donatur asing untuk pembiayaan kredit di berbagai sektor baik perusahaan BUMN maupun swasta akan menambah tantangan besar untuk perbankan dalam mempertahankan kinerja di 2020.

    "Bank akan bersaing dengan funding-funding yang masuk dari offshore. Sekarang ini banyak sekali BUMN atau private sector mulai funding dari asing. Jadi ini kompetisi mulai ada dengan capital market dan cukup tinggi kompetisinya di pembiayaan," ungkapnya.

    Namun, Royke mengatakan masuknya pendanaan asing tidak tampak memengaruhi kinerja kredit 2019. Menurut Royke,  kondisi perekonomian global seperti harga komoditas yang rendah dan situasi tahun politik penyelenggaraan Pemilu yang lebih berpengaruh di 2019.

    "2019 belum ya, tentu ada impact ke ekonomi, tapi tahun 2020 ini tambahan persaingan adalah dari masuknya dana dari offshore lumayan kencang," ucapnya.

    Adapun Bank Mandiri telah mencatatkan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 10,7 persen secara tahunan menjadi Rp907,5 triliun pada 2019. Dari penyaluran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp59,4 triliun, naik 8,8 persen secara year-on-year (yoy) dibanding tahun sebelumnya.

    Sementara komponen Return on Equity (ROE) dalam dua tahun akan dijaga di level 16-18 persen. Target kredit dipatok 8-10 persen dan Non Performing Loan (NPL) dijaga di rentang 2,1-2,3 persen.

    Perseroan juga telah memperbaiki kualitas kredit yang disalurkan sehingga rasio NPL gross turun 42 bps menjadi 2,33 persen dibandingkan Desember 2018. Biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) pun ikut ikut terdampak yakni turun 14,9 persen yoy menjadi Rp 12,1 triliun.
      



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id