DKI Jakarta dan Bali Jadi Percontohan Motor Listrik

    Eko Nordiansyah - 15 Agustus 2019 19:42 WIB
    DKI Jakarta dan Bali Jadi Percontohan Motor Listrik
    Illustrasi. MI/Pius Airlangga.
    Jakarta: Pemerintah serius untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan pemerintah berencana untuk menjadikan DKI Jakarta dan Bali sebagai daerah percontohan untuk mengembangkan motor listrik.

    "Saya sudah ngomong dengan Gubenur Bali dan Jakarta. Jadi daerah itu untuk pilot project," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Dirinya menambahkan pengembangan motor listrik di dua wilayah tadi akan didahulukan. Namun pemerintah ingin memastikan kesiapan daripada kapasitas produksi motor listrik agar mampu memenuhi kebutuhan.

    "Motor (listrik) mau didorong di DKI Jakarta dan Bali. Sekarang lagi cek kapasitas produksinya. Kalau dorong, kapasitas terbatas kan enggak kejar juga," jelas dia.

    Menurutnya, pemerintah akan memberikan berbagai insentif agar masyarakat tertarik menggunakan mobil listrik. Pemerintah mengambil beberapa contoh negara lain yang telah lebih dulu memberikan insentif untuk mobil listrik.

    "Tiongkok itu memberikan bea balik nama PPN nol. Itu (jika di Indonesia) di pemerintah daerah, biaya registrasinya nol. Nah kalau negara lain, Finlandia, Norwegia, itu boleh masuk jalur bus. Jadi insentif mobil listrik itu bisa macam-macam," ungkapnya.

    Pemerintah sendiri menjanjikan berbagai insentif untuk mobil listrik. Insentif fiskal yang diberikan misalnya saja pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen, hingga pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah.

    Selain itu, fasilitas insentif lain yang bakal didapat adalah bea masuk atas impor mesin, barang dan bahan dalam rangka penanaman modal serta penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor. Di samping itu ada pula insentif untuk kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri komponen kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai.

    "PPnBM sudah dibahas antar kementerian dan parlemen, substansi sudah selesai," ungkap Airlangga.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id