AAJI Ramal Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 14% di 2020

    Angga Bratadharma - 21 November 2019 17:52 WIB
    AAJI Ramal Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 14% di 2020
    Ilustrasi. Foto : Medcom/Rizal.
    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkirakan total premi tumbuh di kisaran 10-14 persen pada 2020 dan masih didominasi oleh produk unit link. Dalam konteks ini, pelaku bisnis di industri asuransi jiwa tetap optimistis di tahun depan akan mengalami kenaikan kinerja yang positif.

    "Industri asuransi jiwa masih memiliki potensi yang tinggi, yaitu besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta orang di 2019," kata Direktur Eksekutif AAJI Yanes Matulatuwa, dalam sebuah seminar bertajuk 'Insurance Outlook 2020' yang diselenggarakan Majalah Media Asuransi, di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis, 21 November 2019

    Selain itu, potensi lainnya yakni jumlah kanal distribusi yang semakin bertambah bakal mempermudah perusahaan dalam menawarkan produk asuransi sekaligus memberikan pemahaman akan manfaat asuransi kepada masyarakat. Kemudian, berkembangnya teknologi digital dan jumlah generasi milenial di Indonesia yang sangat besar.

    "Dengan sebagian merupakan pengguna internet dan sangat aktif dalam menggunakan layanan digital keuangan," tuturnya,

    Sedangkan terkait total klaim, lanjutnya, diprediksi pada 2020 akan tumbuh sekitar 5-10 persen dengan pertumbuhan total aset diramal mencapai delapan persen dan total investasi diyakini bakal tumbuh di angka tujuh persen. Kesemuanya diharapkan bisa tercapai sejalan dengan masih kuatnya fondasi perekonomian Indonesia.

    Meski demikian, masih kata Yanes, industri asuransi jiwa juga perlu memerhatikan tantangan yang akan dihadapi seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan yang memadai, inovasi produk asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, serta perlunya dukungan dari regulator untuk regulasi-regulasi terkait.

    Sebelumnya, AAJI mencatat total pendapatan premi mencapai Rp90,25 triliun sampai kuartal II-2019. Adapun pencapaian itu tumbuh melambat yakni hanya sebanyak 3,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp93,58 triliun.

    Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pertumbuhan pendapatan premi itu memiliki kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 76,3 persen. Ia menambahkan terhitung 60,5 persen dari total premi tersebut merupakan kontribusi dari premi bisnis baru sebesar Rp54,7 triliun dan tumbuh melambat yakni 8,8 persen.

    "Sementara 39,5 persen merupakan kontribusi dari premi lanjutan sebesar Rp35,68 triliun, yang meningkat sebanyak 5,8 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu," kata Budi.

    Ia menjelaskan perlambatan premi bisnis baru dipengaruhi oleh melambatnya kinerja saluran distribusi bancassurance sebesar 16,8 persen dan saluran keagenan sebesar 8,6 persen dan masing-masing berkontribusi sebesar 50,8 persen dan 27,5 persen.

    Pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 5,9 persen dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru. "Hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan tetap menjadi produk yang diminati oleh masyarakat Indonesia," kata Budi.

    Selain itu, kumpulan data 59 anggota dari 60 perusahaan anggota AAJI mengungkapkan secara keseluruhan pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa meningkat 31,9 persen. Hal itu, lanjutnya, memberikan gambaran yang positif bahwa kinerja asuransi jiwa Indonesia akan memperoleh prospek pertumbuhan yang baik di 2019 ini.

    Dalam paparannya saat konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Kuartal keduaII-2019, Budi menyampaikan, pencapaian total pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia kuartal kedua 2019 meningkat 31,9 persen menjadi sebesar Rp118,32 triliun dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya Rp89,73 triliun.

    "Pada kuartal kedua 2019, AAJI mencatat total pendapatan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total pendapatan premi mengalami perlambatan," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id