Khofifah Ajak Santri Jadi Penggerak Ekonomi

    Amaluddin - 24 Januari 2020 06:43 WIB
    Khofifah Ajak Santri Jadi Penggerak Ekonomi
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan, pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPPNU dan Gelar Karya Santri Nusantara. Foto: Dok Humas Pemprov Jatim.
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menjadi penggerak bangkitnya wirausaha. Tujuannya agar ke depannya mereka mampu menjadi penggerak ekonomi bangsa Indonesia.

    "Mereka memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi penggerak bangkitnya Nahdlatut Tujjar (bangkitnya para pedagang)," kata Khofifah, saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPPNU dan Gelar Karya Santri Nusantara, di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Kamis malam, 23 Januari 2020.

    Khofifah juga berharap para santri bisa memberi kontribusi untuk tumbuh dan berkembangnya wirausaha. Salah satu caranya, kata Khofifah, dapat dilakukan dengan berkreasi dan menghasilkan karya atau produk melalui One Pesantren One Produk (OPOP) dan media jejaring yang efektif.

    Khofifah mengingatkan para generasi muda IPPNU dan para santri untuk memilki tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi. Hal ini penting dilakukan, mengingat kompetisi di era saat ini juga sangat ketat yakni era post truth dan disruption. Sehingga digitalisasi kehidupan bisa seperti dua ujung mata pisau, positif dan negatif.

    "Saat ini adalah eranya post truth dan disrupsi.  Maka bagi siapapun beyond digital society ini, harus memiliki kewaspadaan dan kehati-hatian yang luar biasa, ambil positifnya buang negatifnya," kata Khofifah. 

    Dalam memasuki era digital ekonomi ini, Khofifah ingin produk-produk OPOP bisa ikut bersaing. Sehingga, diperlukan pemikiran dan tindakan yang inovatif dan progresif. 

    "Mari kita berniat melakukan lompatan ekonomi berbasis pesantren. Insyaallah dengan terus meningkatkan kemampuan, inovasi dan progresivitas, maka kita bisa menembus pasar baik online maupun offline secara terukur dan berjejaring luas," Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

    Untuk itu, Khofifah mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya para santri mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan saat ini, utamanya dalam hal digital ekonomi. Apalagi, dalam hal perdagangan saat ini hampir semuanya dilakukan secara digital.

    "Dalam menghadapi era sekarang ini, kita perlu beradaptasi dengan berbagai macam percepatan teknologi digital terutama di bidang ekonomi. Kita perlu melompat untuk bisa mengeksplor pikiran-pikiran out of the box para santri, khususnya IPPNU," pungkas mantan Menteri Sosial (Mensos) ini.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id