Nadiem Siap Masuk Kabinet, Go-Jek Angkat Bos Baru

    Ilham wibowo - 21 Oktober 2019 13:46 WIB
    Nadiem Siap Masuk Kabinet, Go-Jek Angkat Bos Baru
    Nadiem Makarim. FOTO: MI/RAMDANI
    Jakarta: Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim telah menerima pinangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung menduduki kursi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Jabatan Nadiem sebagai CEO Gojek Grup pun kini telah digantikan.

    "Hari ini Nadiem dipanggil Presiden Joko Widodo untuk hadir di Istana Negara untuk menjadi bagian dari kabinet baru. Kami sangat bangga karena founder Go-Jek akan turut membawa Indonesia maju ke  panggung dunia," kata Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, melalui keterangan resmi, Senin, 21 Oktober 2019.

    Kebanggaan tersebut lantaran kiprah Nadiem bersama Go-Jek telah diakui untuk bisa berperan lebih besar dalam upaya pembangunan bangsa dan negara. Rekam jejak Nadiem telah dibuktikan dalam menangani perusahaan rintisan (startup) digital PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang berhasil naik peringkat dari unicorn menjadi decacorn.

    "Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa," ungkap Nila.

    Ke depan, Go-jek akan menghadirkan pemimpin baru dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya. Presiden Go-jek Group Kevin Aluwi dan Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, menggantikan Nadiem.

    "Kami telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan. Go-Jek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana," ucap Nila.

    Sebelumnya, Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Nadiem menerima tawaran bergabung dengan Kabinet Jokowi-Ma'ruf. "Saya percaya tanggung jawab ini, dan saya menerima," kata Nadiem usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2019.

    Nadiem tak banyak bicara saat ditanya kementerian yang bakal dipimpinnya. Posisi itu akan diumumkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Itu hak prerogratif Presiden," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id