Penyebab Dana Transfer ke Daerah Rp186 Triliun Belum Terpakai

    Eko Nordiansyah - 15 Januari 2020 14:36 WIB
    Penyebab Dana Transfer ke Daerah Rp186 Triliun Belum Terpakai
    Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengungkapkan alasan dana dari transfer ke daerah dan dana desa yang mengendap di rekening daerah mencapai Rp186 triliun. Menurutnya masalah kurang matangnya perencanaan dan implementasi program daerah menjadi kendala.

    "Motifnya, terus terang saja bisa dilihat dua hal. Satu perencanaan, lalu implementasi pembangunan," kata dia di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.


    Dirinya menambahkan ada daerah yang perancanaan dan pelaksanaan programnya tidak sinkron (match). Misalnya implementasi program yang tidak sesuai jadwal sehingga penggunaan dana dilakukan di akhir program.

    Prima pun berharap daerah benar-benar menyalurkan dana yang seharusnya untuk pelayanan publik. Pemerintah tak ingin masyarakat dikorbankan padahal bantuan dana sudah disampaikan ke rekening pemerintah daerah.

    "Misal harus bayar bos, honor guru, dan lain lain, itu masih didalami posisinya seperti apa. Kemenkeu sedang kaji kalau kejadian bagaimana dan apa yang bisa dilakukan supaya duitnya kalau ada, cepat disalurkan. Jangan sampai menganggu public service," ungkapnya.

    Hingga November tahun lalu masih ada Rp186 triliun di rekening daerah. Prima menyebutkan biasanya di bulan Desember jumlah dana yang mengendap akan turun menjadi Rp70 triliun hingga Rp90 triliun saja. Jumlah ini bisa saja disebabkan kebutuhan daerah yang berbeda.

    "Logikanya biasanya yang menyimpan uang banyak adalah yang duitnya banyak. Satu yang duitnya banyak dan kedua daerah yang punya bawahannya banyak. Kalau daerah tingkat dua, yang punya kapasitas fiskal lebih," pungkas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id