BUMN Percaya Kaum Disabilitas Mampu Berkontribusi Setara

    Eko Nordiansyah - 09 Desember 2019 21:52 WIB
    BUMN Percaya Kaum Disabilitas Mampu Berkontribusi Setara
    ilustrasi gedung BUMN. Foto : BUMN.
    Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi mengungkapkan karyawan berkebutuhan khusus (disabilitas) tidak mengalami diskriminasi selama kompetensi pekerjaan di bidangnya sesuai dan kinerjanya baik. Walapun ada perhatian dan perlakuan khusus yang dapat diberikan oleh perusahaan, namun dalam keseharian tidak diperlihatkan atau disampaikan/dijanjikan.

    Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepercayaan diri pada para penyandang disabilitas, bahwa mereka pun dapat berkontribusi yang sama dengan karyawan lainnya tanpa mendapatkan perlakuan khusus, kecuali fasilitas kerja yang disesuaikan (misal kursi kerja yang sesuai). Sayang hingga saat ini masih sedikit para penyandang disabilitas yang mendaftar, dan berminat bergabung untuk bekerja di PNM.

    "Jumlahnya masih jauh, kurang dari satu persen yakni kurang dari 20 orang, sebagaimana harapan Pemerintah. Mereka semua berstatus karyawan dengan lama kerja, mulai dari tiga tahun sampai belasan tahun, dan hanya beberapa karyawan yang masih dalam masa percobaan (probation) selama tiga bulan, sebagai hasil rekrutmen baru," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    PNM pun selalu berusaha mencari dan merekrut calon karyawan penyandang disabilitas, baik dalam proses rekrutmen sendiri maupun melalui 'Rekrutmen Bersama BUMN' dari Kementerian BUMN). Langkah ini dilakukan dalam memenuhi harapan pemerintah untuk bisa memperbanyak kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.  

    Selain itu, telah ada karyawan PNM yang menyandang disabilitas dan berkinerja cukup baik. Mereka menempati posisi antara lain reviewer pembiayaan, keuangan dan administrasi pembiayaan, staff pengawasan & monitoring (supervisi) pembiayaan, dan supervisor pembiayaan.

    Arief menambahkan, PNM memandang perlu untuk memberikan kesempatan kepada mereka sesuai kompetensi yang dimiliki, dan sesuai dengan UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Hal tersebut dilakukan dengan memastikan, bahwa mereka mendapatkan platform yang dibutuhkan untuk meraih potensi penuh dan menjadi inovator masa depan, serta mendukung sistem perekonomian secara inklusi.

    Seorang penyandang disabilitas yang selama satu bulan terakhir ini, menjalani tahapan on The Job Training (OJT) di PLN Willy Hendrawan menjelaskan, koordinasi dan kerjasama dalam teamwork berjalan lancar dan sangat baik untuk dia menjalankan tugasnya sebagai Talent Development, bidang Recruitment and Onboarding Development.

    "Saya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP dengan sangat baik, demikian pula dalam hal komunikasi dilakukan seperti layaknya teman. Dengan demikian suasana kerja menjadi nyaman. Selain itu apa yang diajarkan dan diarahkan kepada saya, juga dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," ungkapnya.

    Menurutnya, PLN sebagai BUMN memperlakukan para karyawan dengan baik tanpa membeda-medakan. Perusahaan memperlakukan semua karyawan sama, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, sehingga suasana yang terbangun nyaman dan menumbuhkan semangat kerja. Bahkan kontribusi yang diberikan juga tidak dibedakan.

    "Untuk itu saya bersyukur sekali bisa diterima di PLN, karena lingkungan yang benar-benar positif. Secara khusus, kami sebagai karyawan yang berkebutuhan khusus, juga mungkin mewakili teman-teman lain yang berkebutuhan khusus seperti saya, mengucapkan terima kasih untuk kesempatan dan kepercayaannya bisa bekerja di PLN," lanjut dia.

    Psikolog yang juga Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro menyebutkan, secara umum sebagaimana prinsip seleksi perusahaan mencari kandidat sesuai dengan job specification-nya. Dengan demikian para disabilitas yang masih memenuhi kriteria tetap bisa diterima.

    "Artinya dia bisa mengerjakan tugas-tugas yang akan dibebankan kepadanya. misalnya seorang tuna netra bisa menjadi operator telepon. Atau seorang tuna rungu bisa menjadi petugas sortir surat, asalkan ia memenuhi persyaratan-persyaratan lainnya," pungkasnya.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id