Mendag Minta India Hapus Tarif Ekspor Pinang RI

    Ilham wibowo - 21 Februari 2020 18:25 WIB
    Mendag Minta India Hapus Tarif Ekspor Pinang RI
    Illustrasi - - Foto: MI/ Panca Syukrani
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyoroti hambatan perdagangan Indonesia ke India. Hambatan itu terkait peraturan impor terbaru untuk produk minyak kelapa sawit, pinang, dan produk perhiasan yang dikeluarkan India.

    Menurut Agus, ekspor pinang asal Indonesia ke India masih terkendala tingginya tarif bea masuk. Kebijakan berbeda diberlakukan di kawasan Asia Selatan yang hanya mendapat preferensi tarif 0-8 persen di India karena memiliki South Asia Free Trade Agreement (SAFTA).

    “Kemendag akan terus perjuangkan eliminasi tarif untuk ekspor buah pinang. Hal ini tentunya dilakukan untuk meningkatkan akses pasar produk pinang asal Indonesia ke India,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Februari 2020.

    Agus mengatakan upaya serupa juga akan dilakukan untuk produk perhiasan emas. Hal itu terkait kebijakan impor India yang menetapkan adanya garansi bank sebesar 20 persen untuk digunakan sebagai jaminan yang wajib diendapkan selama enam bulan.

    “Pada pertemuan ini, kita kembali membahas hambatan dalam ekspor produk perhiasan emas ke India. Diharapkan India dapat memberikan kebijakan yang menguntungkan, baik bagi eksportir Indonesia maupun importir India,” ucap Agus.

    Selain itu, Agus juga mengangkat kepentingan Indonesia mengenai kebijakan terbaru Kementerian Perdagangan dan Industri India soal regulasi impor refined palm oil untuk kode HS 151190.

    Regulasi tersebut mewajibkan importir memiliki lisensi impor sebelum mengimpor produk refined palm oil. Kewajiban untuk memiliki lisensi impor ini tentu memberatkan pelaku bisnis Indonesia karena sebelumnya tidak diatur pemerintah India.

    Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menambahkan, meski pada peraturan tersebut disebutkan bahwa pembatasan hanya pada produk refined palm oil kode HS 151190. Hal ini merupakan kepentingan khusus pemerintah karena kebijakan tersebut dapat berimbas pada munculnya hambatan perdagangan bagi ekspor produk crude palm oil (CPO) kode HS 151110 ke India dan petani sawit.

    “Sampai saat ini Indonesia tercatat masih menjadi sumber penyuplai produk CPO terbesar bagi India,” tutur Iman.

    Adapun total nilai perdagangan Indonesia-India pada 2019 tercatat sebesar USD16 miliar. Ekspor Indonesia ke India untuk periode yang sama tercatat sebesar USD11,78 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat sebesar USD4,29 miliar. Surplus untuk Indonesia tercatat sebesar USD7,48 miliar.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id