BUMN Bakal Dilarang Revaluasi Aset

    Annisa ayu artanti - 06 Februari 2020 10:42 WIB
    BUMN Bakal Dilarang Revaluasi Aset
    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal membuat peraturan baru supaya perusahaan BUMN tidak lagi memanipulasi laporan keuangan. Pihak kementerian akan melarang perusahaan pelat merah untuk revaluasi aset.

    Dikatakan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, saat Erick Thohir menjabat sebagai menteri BUMN, ditemukan kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan BUMN.

    "Masalahnya sekarang ini banyak perusahaan secara cash flow (arus kas) kurang baik, tapi profitnya dari revaluasi aset. Ini kan kurang baik," katanya ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ia menjelaskan, jajaran Kementerian BUMN yang baru menginginkan profit yang dibukukan dan kondisi cash flow perusahaan BUMN sesuai, tidak seperti saat ini.

    "Ke depan kita tidak perbolehkan (revaluasi aset), karena inginnya antara profit dan cash flow itu kan setara," ucapnya.

    Oleh karena itu, lanjut Kartika, perusahaan merekrut penasihat Ernst & Young (EY) Nawal Nely sebagai deputi keuangan dan manajemen risiko. Penempatan kalangan profesional dari kantor akuntan publik itu demi memperketat pengawasan keuangan di ratusan perusahaan pelat merah.

    "Makanya dengan deputi baru ini kita harapkan deputi baru juga melihat supaya antara profit yang dibukukan dan kondisi cash flow bisa align lah, jangan sampai profit tapi cash flow-nya enggak gini," ujarnya.

    Dalam tiga bulan, Kementerian BUMN akan mengkaji ulang seluruh portofolio perusahaan BUMN untuk mengetahui perusahaan mana yang sehat dan tidak sehat.

    "Kita lagi review tiga bulan ini seluruh portofolio kita dan sesuai kuadran kita akan liat kuadrannya dan kita lihat apa mereka secara finansial sehat apa enggak," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id