comscore

Impor Sapi Australia Sudah Terealisasi 7.000 Ton

Husen Miftahudin - 02 September 2016 13:17 WIB
Impor Sapi Australia Sudah Terealisasi 7.000 Ton
Impor sapi Australia sudah terealisasi 7.000 ton. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
medcom.id, Jakarta: Guna merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo, pemerintah melakukan impor daging sapi beku untuk tahun ini sebanyak 10 ribu ton. Impor tersebut mulai dilakukan pada saat menjelang puasa dengan harapan agar harga daging sapi saat puasa dan jelang Lebaran mencapai Rp80 ribu/kg.

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan, dari total kuota impor yang diberikan pemerintah sebanyak 10 ribu ton, hingga saat ini yang telah masuk ke gudang Bulog dan didistribusikan ke pasar serta industri baru sebesar 7.000 ton.
"Posisi hari ini sekitar 7.000 ton, tinggal 3.000 ton untuk beberapa bulan. Yang masuk gudang Bulog sudah 5.000 ton sampai 6.000 ton, sisanya akan kita penuhi sampai akhir tahun ini," ujar Djarot di kantor Perum Bulog, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).

Sebelumnya, Jokowi menyayangkan harga daging sapi tak terjangkau bagi kalangan masyarakat kecil. Harga daging saat itu sempat menyentuh Rp120 ribu/kg hingga Rp140 ribu/kg.

Upaya pemerintah dengan memberi kuota impor daging sapi sebanyak 10 ribu ton kepada Bulog cukup membuahkan hasil, sebab harga daging saat ini sudah sebesar Rp110 ribu/kg hingga Rp120 ribu/kg.

Sayangnya, angka itu masih jauh dari harapan Jokowi, sehingga pemerintah kembali membuat terobosan dengan melakukan impor daging kerbau. Ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki alternatif pemenuhan protein melalui daging lain dengan harga yang lebih murah.

Akhirnya, pada pertengahan 2016 pemerintah memberi kuota impor daging kerbau kepada Bulog sebanyak 10 ribu ton. Bahkan untuk tahap selanjutnya, Bulog kembali meminta kuota impor daging kerbau sebesar 70 ribu ton hingga akhir tahun.

"Ini agar masyarakat mampu membeli lebih banyak dan konsumsi lebih banyak (daging) agar generasi yang akan datang masyarakat kita menjadi punya kecerdasan yang lebih baik karena memenuhi nutrisi seimbang," tegas Djarot.

Djarot mempercayai daging kerbau memiliki gizi yang hampir seimbang dengan daging sapi. Dia membeberkan, daging kerbau memiliki 69 persen lebih banyak zat besi dari daging lainnya, protein 10 persen lebih tinggi, bahkan kandungan kolesterol 49 persen lebih rendah dibandingkan daging sapi.

"Kalorinya pun 55 persen lebih rendah dibandingkan daging sapi. Memang, rasa bisa menjadi pengaruh, tapi rasa daging kerbau ini akan enak jika diolah dengan baik," pungkas Djarot.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id