Bank Mega Cetak Laba Bersih Rp1,6 Triliun di 2018

    01 Maret 2019 22:23 WIB
    Bank Mega Cetak Laba Bersih Rp1,6 Triliun di 2018
    Konferensi pers Bank Mega usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Foto: Dokumen istimewa.
    Jakarta: PT Bank Mega Tbk mencatatkan laba bersih sebanyak Rp1,6 triliun sepanjang 2018. Capaian ini meningkat 23,02 persen dari raihan laba bersih yang didapat Bank Mega di tahun sebelumnya sebesar Rp1,3 triliun.

    Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan peningkatan laba bersih diperoleh dari kenaikan pendapatan bunga sebesar 5,93 persen dari Rp6,39 triliun pada Desember 2017 menjadi Rp6,77 triliun pada Desember 2018 yang disebabkan oleh pertumbuhan kredit.

    "Peningkatan laba juga disebabkan adanya penurunan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aktiva Produktif (CKPN) sebesar Rp481 miliar atau turun 57 persen dibandingkan biaya CKPN pada tahun 2017," ujar Kostaman usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.

    Sementara itu, aset bank Mega mengalami pertumbuhan sebesar 1,78 persen menjadi Rp83,76 triliun pada akhir Desember 2018 dari Rp82,30 triliun pada periode yang sama di 2017. Kredit Bank Mega tumbuh 19,96 persen menjadi Rp42,25 triliun dari Rp35,22 triliun pada tahun sebelumnya.

    "Pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata industri nasional sebesar 11,75 persen," ungkap dia.

    Peningkatan kredit Bank Mega, lanjut Kostaman, juga diikuti oleh kualitas kredit yang membaik, di mana Non Performing Loan (NPL) gross Bank Mega tercatat menjadi 1,60 persen dari sebelumnya sebesar 2,01 persen. Sedangkan NPL Net tercatat menjadi 1,27 persen dari sebelumnya sebesar 1,41 persen.

    Dana pihak ketiga relatif stabil atau mengalami sedikit penurunan sebesar 0,89 persen menjadi Rp60,73 triliun pada Desember 2018 dari periode yang sama sebelumnya sebesar Rp61,28 triliun. 

    "Hal ini disebabkan dengan strategi bank yang senantiasa menyelaraskan pertumbuhan dana pihak ketiga dengan pertumbuhan kredit yang diberikan, dengan tetap memperhatikan likuiditas bank," paparnya.

    Selain itu, Bank Mega juga berusaha menjaga cost of fund dana pihak ketiga dengan meningkatkan dana murah dan berusaha menjaga suku bunga deposito. "Atas posisi kredit dan dana pihak ketiga ini, rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) meningkat menjadi sebesar 67,23 persen dari posisi 2017 sebesar 56,47 persen," tutup Kostaman.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id