• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Korea Tawarkan Perluasan Akses Pembiayaan UMKM Indonesia

12 Oktober 2018 14:04 wib
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Nusa Dua: Korea Selatan melalui Industrial Bank of Korea menawarkan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Langkah itu diharpakan bisa memacu pertumbuhan UMKM lebih baik di masa mendatang, termasuk meningkatkan daya saing.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring setelah pertemuan bilateral dengan CEO Industrial Bank of Korea Kim Do Jin Korea Selatan, di Nusa Dua Bali, membenarkan Korea secara khusus menawarkan perluasan akses pembiayaan bagi para pelalu UMKM di Indonesia.

Di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018, Meliadi menjelaskan, Industrial Bank of Korea memberikan prioritas khusus kredit bagi UMKM di Indonesia. Meliadi bersama CEO Industrial Bank of Korea Kim Do Jin sebelumnya membicarakan prospek kerja sama antara Industrial Bank of Korea dengan Kemenkop dan UKM dalam rangka perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Untuk kepentingan itu, Industrial Bank of Korea akan membuka kantor cabangnya di Indonesia. "Untuk tahap pertama Industrial Bank akan membuka cabang di Jakarta selanjutnya di daerah-daerah lain," katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dalam pertemuan itu diketahui bahwa proses dan persyaratan yang dibutuhkan bagi Industrial Bank of Korea untuk beroperasi di Indonesia sudah dalam tahap final. Namun, Meliadi justru menekankan pada harapan agar bank tersebut mengkoordinasikan bank-banknya agar menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya kepada UMKM di Indonesia.

"Kami juga mengarahkan agar mereka menyalurkan dana CSR ke UMKM di Indonesia yang belum bankable sehingga bisa naik kelas untuk kemudian layak mengakses kredit komersial ke bank tersebut," tuturya.

Tercatat di Korea terdapat lebih dari 20 persen kredit yang disalurkan Industrial Bank of Korea dialokasikan untuk para pelaku UMKM di negara itu. Jumlah pelaku UMKM di Korea cukup besar atau mencapai 99,8 persen dari unit usaha yang ada sehingga cenderung mirip dengan kondisi yang berkembang di Indonesia.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.