Virus Korona Mulai Goyang Ekonomi Jateng

    Mustholih - 29 Februari 2020 08:29 WIB
    Virus Korona Mulai Goyang Ekonomi Jateng
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Medcom.id/Fachri Hafiez.
    Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mewaspadai dampak virus korona covid-19. Virus tersebut diakui telah menggoyang sektor ekonomi Jateng meski dampaknya belum begitu terasa.

    "Belum terasa sih secara keseluruhan. Cuma sekarang sektor-sektor mulai agak 'kok iya ya'. Stok rata-rata aman, tapi cuma dua bulan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai menggelar rapat koordinasi penanggulangan dampak virus korona covid-19, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 28 Februari 2020.

    Akibat wabah virus korona, Ganjar mengatakan Jateng mesti melakukan pencermatan di sektor ekonomi. Sebab, kalangan pengusaha sudah meminta Pemerintah Provinsi melakukan intervensi terhadap penyediaan bahan baku industri.

    "Pengusaha minta diintervensi terkait penyediaan bahan baku. Kita akan cari negara-negara yang bisa memberikan bahan baku sebagai pengganti bahan baku yang sebagian besar bersumber dari Tiongkok," tegas Ganjar.

    Menurut Ganjar, virus korona covid-19 sudah mulai "menggelitiki" hampir semua sektor ekonomi Jateng. Ganjar menyatakan Jateng harus segera membuat langkah antisipasi wabah korona untuk jangka satu tahun ke depan.

    "Kalau korona dalam waktu dua bulan selesai, Tiongkok (menjadi) gelombang pertama. Gelombang kedua non-Tiongkok yang mulai tersebar beberapa negara. Dari gelombang kedua itu akan declane dan menular ke gelombang ketiga. maka kita dalam satu tahun mesti antisipasi. Jadi sudah mulai kerasa," jelas Ganjar.

    Ganjar mengungkap sedang menyiapkan program relaksasi ekonomi terutama di sektor perizinan. Rencananya, pekan depan Pemerintah Provinsi akan melakukan formulasi strategis dan taktis guna mengantisipasi korona.

    "Kita siapkan protokol-protokol baru. Karena ada cerita kapal tidak bisa berlabuh membawa wisatawan, padahal itu potensi bagus. Mungkin perlu protokol baru agar bisa mendarat di Jateng tapi kesehatannya tetap aman," beber Ganjar.

    Ganjar menambahkan Pemerintah Provinsi juga tetap memperhatikan faktor keamanan Jateng dari wabah korona. "Kita buat skenario seandainya (virus korona) terjadi, rumah sakit mana yang siap. Ada usulan menarik harus ada tempat-tempat isolasi baik di rumah sakit, pelabuhan, dan bandara," ungkap Ganjar.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id