Masyarakat Dinilai Mulai Membutuhkan Halal Lifestyle

    Medcom - 04 Maret 2020 08:40 WIB
    Masyarakat Dinilai Mulai Membutuhkan <i>Halal Lifestyle</i>
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Perkembangan halal lifestyle saat ini menjadi indikator kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa yang halal, termasuk halal healthcare. Keberadaan halal lifestyle diharapkan bisa mendukung secara maksimal pertumbuhan ekonomi syariah di masa mendatang.

    Namun, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut kontribusi Indonesia di pasar halal dunia masih kecil. Indonesia hanya menyumbangkan 3,8 persen dari total USD2,1 triliun pasar halal dunia 2017. Kondisi ini tentu patut didorong lebih maksimal agar kontribusinya lebih baik di masa mendatang dan nantinya Indonesia bisa merasakan manfaat dari halal lifestyle.

    Dalam sebuah kesempatan lain, Ma'ruf menyinggung soal peran penting rumah sakit syariah. Menurutnya rumah sakit berbasis syariah itu nantinya bisa memberikan nilai lebih bagi para pasien yang menuntut pelayanan berbeda dari pelayanan yang ditawarkan oleh rumah sakit konvensional.

    "Dengan hadirnya rumah sakit syariah, masyarakat saat ini memiliki pilihan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan tindakan medis yang sesuai dengan prinsip syariah," ujar Ma’ruf, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Hingga saat ini, tercatat ada 500 rumah sakit yang menjadi anggota MUKISI, dari jumlah tersebut 22 rumah sakit telah tersertifikasi syariah (18 Rumah Sakit Islam dan empat rumah sakit pemerintah), dan 65 rumah sakit dalam proses pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi rumah sakit syariah.

    "Rumah sakit syariah memiliki nilai tambah daripada rumah sakit konvensional, yaitu selain harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), juga mempunyai attitude value yang menerapkan cita rasa Islami atau syariah dalam pelayanannya," kata Ma'ruf.

    CEO Zi.Care Jessy Abdurrahman menyatakan dalam hal ini pihaknya siap untuk membantu rumah sakit syariah dalam memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) serta attitude value pelayanan rumah sakit syariah melalui sistem yang akan dirancang bersama dengan MUKISI.

    "Dengan adanya rumah sakit syariah, tentunya sistem yang ada didalamnya juga harus di kustomisasi sesuai dengan kaidah syariah. Zi.Care siap untuk ikut mengembangkan sistem rumah sakit berbasis syariah untuk melayani rumah sakit syariah di Indonesia," kata Jessy.

    Ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi alternatif cara untuk mencapai cita-cita negara yaitu memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar memiliki potensi terdepan dalam pengembangannya. Ekonomi dan keuangan syariah dinilai bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional bahkan dunia.
     
    Peringkat Islamic Finance Development Indicators (IFDI) Indonesia tercatat telah tumbuh pesat dari posisi ke-10 pada 2018 menjadi posisi keempat pada 2019. Laporan pengembangan keuangan Islam di Indonesia itu disampaikan dalam Economic Syariah Festival 2019.

    Proposition Manager at Islamic Finance Team Revinitiv Thomson Reuters Shaima Hassan mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat dengan peningkatan skor IFDI sebesar 37 persen.

    Capaian tersebut didorong oleh kinerja yang lebih kuat dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan syariah terutama riset dan pendidikan serta dari kebijkan pemerintah dan kesadaran masyarakatnya. "Indonesia naik enam peringkat dalam satu tahun dan ini lompatan yang baik," pungkas Shaima.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id