Pengembangan Kawasan Pelabuhan Benoa Tingkatkan Aktivitas Ekonomi

    Suci Sedya Utami - 15 Februari 2020 16:17 WIB
    Pengembangan Kawasan Pelabuhan Benoa Tingkatkan Aktivitas Ekonomi
    Ilustrasi - - FOTO: MI/RAMDANI
    Bali: PT Pelindo III (Persero) tengah menggarap pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, Bali yang nantinya akan menjadi salah satu poros wisata maritim Indonesia (Benoa Maritime Tourism Hub/BMTH).

    Mengutip data Pelindo III, Sabtu, 15 Februari 2020, pengembangan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi 2,7 kali lipat dari nilai investasi yang diperkirakan sebesar Rp5,5 triliun.

    Selain itu, dampak langsung pada ekonomi yang didapatkan akan tercermin pada penerimaan pajak dan restribusi daerah, peningkatan omzet penjualan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta penyerapan tenaga kerja.

    Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan pengembangan kawasan Benoa juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Adanya poros wisata maritim bakal meningkatkan konektivitas kunjungan wisatawan dengan kapal pesiar ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

    Nantinya akan ada model bisnis baru wisata maritim di kawasan tersebut. BMTH menyediakan tambahan 130 tambahan kapal yacht dan super yacht yang belum tergarap dengan baik. Termasuk meningkatkan bisnis kreatif di bidang meeting incentive convention exhibition (MICE).

    Setelah pengerjaan pengembangan selesai, BMTH diharapkan menjadi interchange atau mendatangkan kapal-kapal pesiar dari Singapura menuju ke Australia dan berhenti sejenak di Benoa. Kemudian penumpang kapal yang ingin ke Raja Ampat, juga bisa transit di Benoa.

    "Bisnis baru yang selama ini belum pernah dikelola di Indonesia, di mana kita tahu negara tetangga kita yang termuda Timor Timur sudah mulai membangun fasilitas yacht, di Indonesia belum memiliki. Johor, Singapura, dan lainnya sudah mengembangkan ini sebagai bisnis memperkuat pariwisata," kata Doso saat rapat koordinasi BMTH di Nusa Dua, Bali.

    Dalam kesempatan sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemberdayaan terhadap produk-produk lokal menjadi prioritas setelah kawasan tersebut rampung. Produk UMKM dalam negeri akan menjadi yang terdepan yang dipajang di dalam etalase.

    "Kita enggak mau di ring satu ada merek asing. Bukan kita anti asing, tapi bagaimana memastikan industri pariwisata kreatif makanan dan minuman lokal bisa tumbuh. Apalagi kita tidak mau Indonesia hanya sebagai pasar tapi menjadi pemain yang baik," jelas Erick.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id