Kementan Optimistis Inflasi Stabil Jelang Ramadan 2020

    Ilham wibowo - 12 Februari 2020 13:07 WIB
    Kementan Optimistis Inflasi Stabil Jelang Ramadan 2020
    Kepala Pusat Data dan Sistem Informatika (Kapusdatin) Kementan Ketut Kariyasa - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis tingkat inflasi stabil menjelang Ramadan 2020. Pasalnya, antisipasi sudah disiapkan untuk mengatasi peningkatan jumlah permintaan.

    Kepala Pusat Data dan Sistem Informatika (Kapusdatin) Kementan Ketut Kariyasa mengatakan meningkatnya permintaan kerap kali diiringi oleh melambungnya harga. Karena itu, kecukupan stok menjadi penting agar angka inflasi tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.

    "Hari ini sudah bisa tahu secara real time stok beras berapa bawang dan gula semua ada datanya," kata Ketut di Agriculture War Room (AWR) Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020.

    Ketut menjelaskan komoditas penting yang menjadi perhatian dalam momentum Ramadan telah masuk dalam sistem pengumpulan data terpusat di AWR Kementan. Langkah antisipasi kali ini dianggap lebih cepat lantaran komando pusat sudah terkoneksi langsung dengan petugas di tingkat daerah.

    "Kami akan terus perbaiki, memutakhirkan stok data di masing-masing daerah tingkat provinsi dan kabupaten agar bisa link, sehingga kita bisa tahu seperti misalnya di daerah ini stok garam kurang dan kita bisa antisipasi," paparnya.

    Menurutnya sistem informasi canggih AWR Kementan dapat mengolah data dari seluruh direktorat jenderal di kementerian tersebut. Pemetaan juga bisa dilakukan langsung dengan petani dalam merealisasikan target stok pangan hingga tiga bulan mendatang.

    "Setiap tahun kebutuhan bulan Ramadhan menjadi perhatian, karena selalu terjadi peningkatan permintaan kita harus antisipasi ketika terjadi meningkatnya permintaan maka akan terjadi inflasi," ungkap dia.

    Angka inflasi ini, lanjutnya, mesti dijaga betul lantaran berkaitan dengan penurunan daya beli masyarakat terutama kalangan rendah. Ia menyebut angka inflasi pangan hanya bisa stabil dengan adanya kecukupan stok dan stabilitas harga di tingkat pengecer.

    "Kita tahu inflasi itu termasuk penyebab kemiskinan meningkat, produksi pangan terhadap  kemiskinan itu tinggi sehingga stok itu memang harus disiapkan dengan bagus," tambahnya.

    Lebih lanjut, pemantauan akan permintaan dan ketersediaan stok juga lebih efisien. Sebab, informasi AWR Kementan tersebut terkoneksi langsung dengan petani hingga Satgas Pangan di sektor distribusi.

    "Dengan alat ini kita bisa antisipasi inflasi karena akan terlapor di tiap daerah, kecanggihan teknologi ini kita tahu stok sebenarnya, sehingga bisa segera dilakukan antisipasi, termasuk koordinasi informasi dengan Satgas Pangan di lapangan," pungkas dia.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id