BTN Syariah-SMF Kolaborasi Terbitkan EBAS-SP KPR iB

    Ade Hapsari Lestarini - 30 Mei 2017 19:05 WIB
    BTN Syariah-SMF Kolaborasi Terbitkan EBAS-SP KPR iB
    BTN Syariah-SMF Kolaborasi Terbitkan EBAS-SP KPR iB. (FOTO: dokumentasi BTN)
    medcom.id, Jakarta: Potensi aset kredit pemilikan rumah (KPR) syariah yang bisa disekuritisasi mencapai Rp3,8 triliun, di mana seluruhnya merupakan KPR nonsubsidi.

    Oleh karena itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan penerbitan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP) berpotensi memberikan banyak manfaat bagi pasar modal Indonesia, khususnya di industri keuangan syariah.

    "Melalui kolaborasi BTN Syariah dengan PT Sarana Multigriya Finance (SMF), terbitnya EBAS-SP pertama di Indonesia berpeluang segera terwujud," ujar Direktur Utama BTN Maryono, dalam siaran persnya, Selasa 30 Mei 2017.

    Dia menambahkan, kolaborasi positif dengan SMF untuk merilis EBAS-SP menjadi pendorong BTN syariah bisa meraih dana segar dan meningkatkan kapasitasnya untuk menyalurkan pendanaan kepemilikan rumah kepada masyarakat.

    "Instrumen ini memang menjadi salah satu pilihan utama kami untuk mengurangi ketidakseimbangan pendanaan, karena dana sekuritisasi berjangka panjang, sesuai dengan pola pembiayaan KPR BTN iB yang juga memiliki jangka waktu yang panjang," papar Maryono.

    Maryono mengatakan, sejak 2009 BTN bersama SMF telah membukukan sebanyak sepuluh sekuritisasi, tujuh diantaranya adalah Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), kemudian sisanya adalah EBA-SP. Total sekuritisasi aset BTN yang dilakukan lewat skema tersebut mencapai Rp7,46 triliun, di mana khusus untuk EBA-SP penyerapannya mencapai Rp2,2 triliun.

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menambahkan, EBAS-SP akan memberikan warna baru bagi pasar modal syariah Indonesia, dimana sebelumnya berbagai efek berbasis syariah telah diperkenalkan dan diterbitkan.

    "Investor akan memiliki pilihan baru untuk berinvestasi dalam efek yang sesuai dengan kaidah syariah, dengan tambahan aset dasar berupa tagihan KPR iB yang memberikan rasa aman yang lebih," tegas Ananta.

    Selain itu, kehadiran EBAS-SP diharapkan dapat memperkaya instrumen investasi dan produk pasar modal syariah dan memperbesar market share pasar modal syariah, serta membantu memitigasi risiko pembiayaan KPR iB bagi bank syariah pada umumnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id