• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 16 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.144.868.902

Pemerintah Beri Insentif bagi Diaspora Berpredikat Baik yang Pulang Kampung

Suci Sedya Utami - 13 Februari 2018 20:23 wib
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dok : Ant.
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dok : Ant.

Jakarta: Pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi diaspora Indonesia yang rela kembali ke tanah air demi mengisi kebutuhan tenaga kerja di beberapa bidang. Diaspora diartikan sebagai warga Indonesia yang menetap di luar negeri. Diaspora bisa juga diartikan sebagai orang yang lahir di Indonesia dan berdarah di Indonesia yang menjadi warga begara tetap ataupun menetap sementara di negeri orang.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan insentif tersebut diberikan bagi diaspora yang berpredikat baik dari sisi hukum. Artinya tak memiliki catatan kriminal dalam hukum.
"Itu hanya untuk orang Indonesia yang ada di luar yang enggak ada kasus hukum loh, jangan nanti dikira orang yang ada kasus hukum boleh dapat insentif," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan insentif yang diberikan bukan dalam bentuk uang. Dia menjelaskan, insentif tersebut yakni terkait kemudahan persyaratan untuk kembali ke Indonesia. "Bukan insentif duit, tapi insentif kalau dia diaspora kita siapkan ada kartu misalkan buat dia enggak perlu bikin KTP," tutur Darmin.

Pemberian insentif bagi diaspora ditujukan untuk mengimbangi rencana pemerintah yang memperlonggar aturan bagi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Perekonomian Mira Tayyiba mengatakan, dalam pemberian insentif kepada diaspora, pemerintah mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas Bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri. 

Perpres ini mengatur pemberian Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) kepada Masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang memenuhi persyaratan dan kriteria tertentu sepanjang tidak memiliki masalah hukum dengan pemerintah Indonesia. 

Pemegang KMLIN yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) berhak mendapat fasilitas seperti membuka rekening di bank umum Indonesia, memiliki aset properti di Indonesia. Mereka juga berhak mendirikan badan usaha di Indonesia, dan pemegang KMILN yang merupakan WNI tidak memerlukan adanya izin tinggal atau izin kerja. 

"Untuk diaspora, mereka kan sudah hidup nyaman di luar, apakah kita ngelihatnya Perpres 76/2017 mengenai kemudahan untuk diaspora. Pemerintah kasih insentif apa, lagi kita pelajari supaya bisa menarik mereka (diaspora). Jadi tidak semua dijawab dengan asing," pungkas Mira. 



(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.