Belanja Online Gratis Ongkos Kirim, Mungkinkah?

    12 Desember 2017 11:39 WIB
    Belanja <i>Online</i> Gratis Ongkos Kirim, Mungkinkah?
    Warga menggunakan perangkat laptop untuk berbelanja daring di daerah Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA/Lucky R)



    Jakarta: Hari belanja online nasional (Harbolnas) rutin digelar setiap tahun pada 12 Desember. Salah satu upaya untuk menjaring konsumen agar berbelanja online adalah dengan strategi menggratiskan ongkos kirim (ongkir).

    Lalu, benarkan khusus Harbolnas semua e-commerce di Indonesia benar-benar menggratiskan ongkos kirimnya?






    "Istilah gratis ongkir ini juga harus dikritisi karena orang akan berpikir, apa mungkin berikan gratis. Sebab yang paling rasional mungkin istilahnya saja, biaya termasuk ongkos kirim tapi bukan gratis ongkos kirim," ungkap Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, dalam Selamat Pagi Indonesia, Selasa 12 Desember 2017.

    Menurut Tulus, rasanya tidak mungkin pengusaha atau e-commerce benar-benar menggratiskan ongkos kirim. Sebab pada dasarnya calon pembeli tidak akan tahu berapa ongkos produksi untuk sebuah produk.

    Tulus mengatakan istilah gratis ongkir harus diluruskan karena bisa menyesatkan konsumen. Pasalnya Ia tak yakin bahwa strategi gratis ongkir benar-benar dilakukan ketika seluruh komponen produksi sudah pasti dimasukkan dalam harga dan dibebankan pada konsumen.

    "Tapi kalau terminologinya adalah biaya termasuk ongkir itu rasional," ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri menyatakan bahwa gratis ongkir memang benar-benar dilakukan oleh e-commerce atau pengusaha.

    Menurut Dia pada dasarnya sebagian besar e-commerce tidak memproduksi semua barang yang akan mereka jual. Barang yang diperjualbelikan umumnya berasal dari seller atau merchant.

    "Jadi e-commerce hanya sebuah platform untuk mempertemukan merchant atau seller dengan customer," ungkap Achmad.

    Achmad mengatakan potensi besar di Indonesia dalam jual beli online membuat e-commerce habis-habisan dalam hal investasi untuk menumbuhkan user base, salah satunya dengan menggratiskan ongkos kirim.

    "Dan memang gratis bukan termasuk biaya ongkos kirim. Hanya memang kalau gratis ongkir ada limitasinya itu benar karena e-commerce ada batasan subsidi sekian rupiah dan ini normal karena gratis ongkir ini investasi sangat besar untuk teman-teman e-commerce," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id