BTN Miliki Porsi Saham 20% di Jiwasraya Putra

    Suci Sedya Utami - 30 September 2019 19:35 WIB
    BTN Miliki Porsi Saham 20% di Jiwasraya Putra
    Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo. Foto : Medcom/Suci.
    Jakarta: Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digandeng menjadi pemegang saham PT Jiwasraya Putra yang merupakan anak usaha dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

    Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan keempat BUMN tersebut di antaranya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel.

    Keempat BUMN tersebut nantinya akan memiliki porsi saham keseluruhan sebesar 36 persen. Sedangkan sisanya 64 persen dimiliki oleh induk usaha yakni PT Asuransi Jiwasraya. Gatot bilang dari empat BUMN yang digandeng, BTN memegang porsi kepemilikan paling besar.

    "Terbesar dari BTN sekitar 20 persen, Telkomsel 13 persen sisanya yang lain," kata Gatot di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 30 September 2019.

    Pendirian anak usaha ini juga telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pembentukan anak usaha ini diharapkan akan memberikan dorongan bagi induk usaha untuk bangkit karena tersandera utang dari klaim polis nasabah.

    Jiwasraya Putera dibentuk dengan tujuan meningkatkan kinerja usaha dan memperbaiki likuiditas induk usaha. Sejauh ini, Asuransi Jiwasraya terus berusaha menyelesaikan sejumlah persoalan terutama berkaitan dengan likuiditas.

    Selain membentuk anak usaha, manajemen baru Jiwasraya juga merancang produk baru dengan menggandeng perusahaan reasuransi atau dikenal financial reinsurance (finre). Skema finre membantu Jiwasraya dalam hal mentransfer risiko, lantaran portofolio yang dimiliki akan diasuransikan dengan menggandeng perusahaan reasuransi.
     
    Produk reasuransi Jiwasraya akan resmi diluncurkan sekitar Oktober atau November 2019. Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan program ini merupakan sinergi bisnis asuransi jiwa dengan BUMN, dengan keempat BUMN tersebut dapat eksklusivitas dari Jiwasraya.

    Sebelumnya, Jiwasraya berjanji melunasi polis jatuh tempo secara bertahap dan paling lambat kuartal IV-2020. Berbagai usaha dilakukan perseroan untuk menunda pembayaran polis, dari memperpanjang kontrak polis (roll over) nasabah, sampai menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp500 miliar walaupun cara tersebut belum cukup.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id